26 Pendaki Dievakuasi saat Rayakan HUT RI di Gunung Bawakaraeng

Jumlah pendaki yang mengalami masalah tersebut bertambah dari sebelumnya 16 orang.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 18 Agustus 2026, 07:45 WIB
Pendaki dievakuasi saat rayakan HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Dok. Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan terus melakukan operasi penyelamatan untuk mengevakuasi 26 pendaki yang mengalami cedera atau hipotermia saat mengikuti rangkaian upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Jumlah pendaki yang mengalami masalah tersebut bertambah dari sebelumnya 16 orang.

"Data sementara dari tim siaga khusus sampai saat ini telah ditangani 26 orang pendaki yang mengalami trouble (masalah) terdiri dari tujuh laki-laki dan 19 perempuan," ujar Komandan Rescuer Basarnas Makassar Darul, dikutip dari Antara Selasa (18/8/2026).

Darul menjelaskan Tim SAR gabungan masih berjibaku mengevakuasi sejumlah pendaki yang tersebar di beberapa titik, seperti Pos 5, Pos 7, Pos 8 Jalur Lembanna, Pos 10 puncak Gunung Bawakaraeng, serta jalur Tassoso.

"Tim kami telah berhasil mengevakuasi sebanyak 14 orang dan telah mendapatkan penanganan medis, sedangkan 12 orang lainnya sementara dalam proses perjalanan evakuasi ke posko Aju Bulu Balea," ucapnya.

Masalah yang dialami para pendaki beragam, antara lain cedera kaki, kram saat turun gunung, kelelahan fisik berat, terpeleset hingga terjatuh dan mengalami cedera tulang belakang, serta hipotermia atau penurunan suhu tubuh secara drastis saat berada di puncak gunung.

Titik evakuasi yang menjadi lokasi penanganan Tim SAR gabungan berada di Puncak Pos 10, Pos 9, serta antara Pos 7 dan Pos 8. Sementara itu, korban yang terjatuh masih dievakuasi turun gunung menggunakan tandu.

"Proses evakuasi kami laksanakan secara estafet, mulai dari puncak menuju ke pos delapan, dan dilanjutkan oleh tim yang berada di pos tujuh. Selanjutnya diserahkan tim di pos lima untuk dititip sementara, kemudian dibawa turun ke Pos Aju Bulu Balea untuk mendapat perawatan lanjutan," tuturnya.

Sejauh ini, sejumlah pendaki yang telah dievakuasi karena mengalami masalah fisik, seperti hipotermia, cedera kaki, dan kram kaki, masih mendapatkan penanganan tim medis di Puskesmas Tinggi Moncong.

 

Total Jumlah Pendaki

Sebanyak 2.557 pendaki tercatat menuju Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Data Pos Siaga Merah Putih mencatat total pendaki yang melakukan registrasi mencapai 3.786 orang. Jumlah tersebut tersebar di empat jalur masuk utama menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

Rinciannya, Pos Registrasi Bulu Balea sebanyak 2.033 orang, Posko Tassoso 1.081 orang, Posko Kanreapia 422 orang, dan Posko Lembanna sebanyak 250 orang. Kepadatan arus pendaki di seluruh jalur tersebut terus dipantau tim gabungan untuk mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan.

Operasi Siaga Merah Putih berlangsung pada 15-18 Agustus 2026 dan melibatkan 295 personel gabungan dari unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis. Personel ditempatkan di delapan titik strategis, termasuk puncak gunung dan Lembah Ramma, guna merespons dengan cepat setiap kondisi darurat.

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan operasi Siaga Khusus Merah Putih tersebut dikawal Tim SAR gabungan yang disebar di delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

 

Imbauan untuk Pendaki

Sebelumnya, Arif telah mengingatkan para pendaki untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak gunung tersebut. Ia juga mengimbau pendaki untuk selalu menjaga kondisi fisik agar tidak mengalami masalah kesehatan selama pendakian.

"Ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan," katanya menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya