Liputan6.com, Probolinggo - Kendati kobaran api di kawasan Gunung Bromo secara umum berhasil dipadamkan, tim gabungan tak lantas melepaskan pengawasan. Sebanyak 1.500 personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, TNBTS, hingga relawan kini disiagakan penuh untuk mengantisipasi munculnya titik asap baru dari sisa bara tersembunyi.
Dansektor Penanganan Karhutla Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menegaskan bahwa pemantauan ketat tetap menjadi prioritas utama. Potensi bahaya masih mengintai di bawah permukaan tanah.
Advertisement
"Kami tetap melakukan pemantauan karena bara api dapat tersimpan di dalam tanah, khususnya pada lapisan humus," ujar Wahyu, Senin (17/8/2026)
Kata dia, api yang sempat melalap area Kabupaten Probolinggo hingga meluas ke wilayah Pasuruan, meliputi Bongkah, Bukit Dingklik, Punggu Naga, Pakis Bincis, Bukit Cinta, hingga Bukit Kingkong, kini sudah terkendali. Petugas memprioritaskan penyekatan agar kobaran api tidak menyentuh kawasan wisata utama seperti Penanjakan dan Seruni Point.
"Kendala terbesar pemadaman terletak pada area perengan (tebing curam) dan ketinggian ekstrem. Operasi water bombing dari udara kerap tidak menyasar titik api secara presisi, sementara akses darat sangat sulit dijangkau," tambahnya.
Kata dia, petugas di lapangan masih mengandalkan alat manual seperti gepyok dan penggaruk. Tim gabungan mendesak perlunya tambahan peralatan portable yang mudah dibawa menembus medan terjal.
Terkait pemicu awal timbulnya api, pihak Korem 083/Baladhika Jaya memilih bersikap hati-hati dan menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Kami menunggu hasil penyelidikan resmi dari Polri dan tidak ingin berspekulasi secara prematur. Namun, analisis sementara menunjukkan kecil kemungkinan faktor alam menjadi penyebab utama, mengingat suhu di ketinggian Bromo tergolong sangat dingin," pungkas Wahyu.
Hingga kini, pemantauan udara masih mendeteksi tipisnya indikasi satu titik asap di area perbukitan tinggi, memicu tim darat untuk terus bergerak menyisir sisa-sisa potensi kebakaran.