Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi. Getaran yang terasa kuat hingga berdurasi cukup panjang membuat warga panik. Terutama saat muncul fenomena air laut tiba-tiba surut jauh ke dasar laut sesaat setelah guncangan mereda.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di Mbay, Nagekeo. Guncangan dirasakan di hampir seluruh wilayah di Pulau Flores.
Advertisement
Tak lama setelah gempa, warga yang berada di kawasan pesisir menyaksikan air laut surut secara tidak biasa. Bagian dasar laut yang biasanya tertutup air tiba-tiba terlihat jelas. Hal ini memicu kepanikan massal karena dikhawatirkan akan diikuti gelombang pasang atau tsunami.
"Warga langsung berlarian menjauhi bibir pantai, ada yang berlari ke tempat lebih tinggi, ada yang mengungsi ke jalan raya yang lebih tinggi," ujar salah satu warga kepada Liputan6.com.
Kepala Kantor BMKG Kelas I Kupang mengimbau warga tetap tenang namun waspada.
Belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa ini. Petugas gabungan saat ini turun ke lapangan untuk memantau kondisi serta memberikan arahan keamanan kepada masyarakat.