Gempa M 7 Guncang NTT, Tsunami 0,94 Meter Terdeteksi di Ende

BMKG mendeteksi tsunami di sejumlah wilayah NTT setelah gempa M 7 mengguncang Nagekeo. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 15 Agustus 2026, 07:05 WIB
Rumah Terbakar di kampung Reo, Manggarai saat gempa terjadi (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut memicu tsunami di sejumlah wilayah NTT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gelombang tsunami setinggi 0,94 meter terdeteksi di Maurole, Kabupaten Ende, NTT.

"Tsunami di Maurole (05.27 WIB) 0,94 meter," demikian keterangan BMKG melalui akun X-nya, Sabtu (15/8/2026).

Selain Maurole, tsunami juga terdeteksi di sejumlah wilayah lainnya. BMKG mencatat gelombang setinggi 0,38 meter terjadi di Kawapante pada pukul 05.16 WIB.

"Tsunami telah terdeteksi di Kawapante (05.16 WIB) 0,38m, Flores Timur (05.24 WIB) 0,25m, Bakalang (05.41 WIB) 0,14 m," tulis BMKG.

Gelombang tsunami di Flores Timur tercatat setinggi 0,25 meter, sedangkan di Bakalang mencapai 0,14 meter.

 

Tsunami Terdeteksi di Labuan bajo

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Sebelumnya, tsunami juga terdeteksi di Labuan Bajo. Ketinggian gelombang di wilayah tersebut tercatat sekitar 0,3 meter.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa kuat mengguncang wilayah Nagekeo. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi BMKG serta otoritas setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya