Ada Koperasi Desa Merah Putih di Gunung, Menko Pangan Bakal Ditertibkan

Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan menertibkan lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dinilai tidak tepat sasaran.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 19:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun 2027 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan penertiban terkait penempatan lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tidak tepat, termasuk unit yang dibangun di wilayah pegunungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Zulkifli Hasan dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun 2027 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Mengenai Koperasi Desa Merah Putih, ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi," kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan.

"Seperti pembangunan di gunung-gunung, ada satu, dua, atau berapa banyak, kita akan tertibkan," tambahnya.

 

Target Operasional September 2026

Zulhas menuturkan bahwa pembangunan sebanyak 35 ribu unit Kopdes Merah Putih direncanakan rampung pada akhir bulan ini. Pemerintah menargetkan seluruh unit tersebut sudah dapat mulai beroperasi secara efektif pada September 2026.

"Sekarang kita sedang bekerja keras, mohon dukungannya, agar Koperasi Desa Merah Putih ini bisa jadi infrastruktur pemerintah dan juga sebagai penampung (offtaker), sebagaimana disampaikan Bapak Presiden tadi," ujarnya.

Selain itu, Zulhas menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan target penambahan jumlah Kopdes Merah Putih untuk tahun depan.

"Nanti tahun depan akan dilanjutkan. Tahun ini 35 ribu, dan tahun depan diperkirakan kita bisa selesaikan 30 sampai 35 ribu desa lagi," jelas Zulhas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya