Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran untuk mengatasi masalah perumahan. Langkah itu digadang jadi pintu awal untuk mengentaskan kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan Tito usai menghadiri Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Diketahui, masalah perumahan menjadi salah satu sorotan pemerintah.
Advertisement
"Saya minta Kepala Daerah makin bersemangat untuk mengalokasikan anggaran dalam rangka untuk menyelesaikan masalah perumahan di daerah-daerah masing-masing," kata Tito di Kantor BPS, Jakarta, dikutip Jumat (14/8/2026).
Seperti diketahui, BPS mencatat sekitsr 9,29 juta keluarga belum memiliki rumah, dan 18,01 juta lainnya tinggal di hunian milik sendiri tapi tidak layak huni. Kelayakan tempat tinggal itu mencakup berbagai variabel, seperti ketahanan bangunan hingga akses sanitasi yang mumpuni.
"Karena kalau perumahan ini bisa ditangani, otomatis angka kemiskinan, kemiskinan ekstrem (bisa turun), angka indeks ekonomi sehat akan meningkat," kata dia.
Kemudian, perbaikan kualitas perumahan yang terjadi juga bisa membawa dampak positif lainnya. "Itu perumahan yang bagus akan membangun atau mendukung pertumbuhan ekonomi," imbuh dia.
9,29 juta Keluarga di RI Belum Punya Rumah
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data backlog perumahan atau keluarga yang belum memiliki rumah per 2026 ini. Hasilnya, 9,29 juta rumah tangga atau keluarga belum memiliki hunian sendiri.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan backlog perumahan secara nasional di 2026 turun sekitar 350 ribu keluarga dari 2025 lalu. Data itu dikumpulkan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dijalankan BPS.
"Jumlah backlog 1 pada tahun 2026 sebanyak 9,29 juta rumah tangga atau turunnya sebanyak 350 ribu dari tahun sebelumnya," kata Amalia dalam Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Turun 0,61 Persen
Pada 2025, BPS mencatat jumlah keluarga yang belum memiliki rumah sebanyak 9,64 juta rumah tangga.
Dia menerangkan angka backlog juga turun secara persentase. Pada 2025, backlog rumah mencapai 13 persen, dan turun jadi 12,39 persen pada 2026. Angka ini turun sekitar 0,61 persen dalam jangka waktu satu tahun.
"Berdasarkan Susenas 2026 pada bulan Maret, kemudian kami memperbarui data backlog ini, backlog 1 yaitu jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah, secara persentase mengalami penurunan dari 13 persen pada tahun 2025 bulan Maret menjadi 12,39 persen pada bulan Maret 2026," jelas dia.