Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

BPS mencatat dari 38 provinsi, hanya satu provinsi yang tidak mengalami penurunan backlog 2.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 13 Agustus 2026, 22:00 WIB
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 18,01 juta rumah tangga atau keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni. Angka tersebut lebih rendah dari 1,3% dari jumlah pada 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti memuat rumah tangga yang telah memiliki rumah tapi tidak layak huni sebagai kategori backlog 2. Pada kategori ini, masih ada 18,01 juta keluarga yang belum tinggal di rumah layak huni, meski memiliki rumah sendiri.

"Kalau kita perhatikan berdasarkan provinsi juga ini terlihat dari 38 provinsi hanya satu provinsi yang tidak mengalami penurunan backlog 2. Jadi 37 provinsi mengalami penurunan backlog 2 atau kalau kita sampaikan artinya secara umum kondisi backlog 2 menunjukkan perbaikan," jelas Amalia dalam Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (14/8/2026).

Mengutip data BPS, jumlah rumah tangga yang tinggal di rumah milik sendiri tetapi tidak layak huni pada 2026 sebanyak 18,01 juta rumah tangga atau setara 24,03%. Angka tersebut turun 760 ribu rumah tangga atau sekitar 1,3%.

Sementara itu, pada 2025, jumlah keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni sebanyak 18,77 juta keluarga atau setara 25,33%.

Ada empat komponen yang menentukan rumah disebut layak huni. Pertama, ketahanan bangunan; kedua, kecukupan luas lantai per kapita; ketiga, akses terhadap air minum layak; serta keempat, akses terhadap sanitasi layak.

"Pada tahun 2025 hingga 2026 terjadi peningkatan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni yaitu dari 68,4 % menjadi 70,3%. Dengan kata lain sebanyak 70 dari 100 rumah tangga di Indonesia telah memiliki akses terhadap rumah layak huni," tutur Amalia.

 

9,29 juta Keluarga di RI Belum Punya Rumah

Rumah layak huni.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data backlog perumahan atau keluarga yang belum memiliki rumah per 2026 ini. Hasilnya, 9,29 juta rumah tangga atau keluarga belum memiliki hunian sendiri.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan backlog perumahan secara nasional di 2026 turun sekitar 350 ribu keluarga dari 2025 lalu. Data itu dikumpulkan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dijalankan BPS.

"Jumlah backlog 1 pada tahun 2026 sebanyak 9,29 juta rumah tangga atau turunnya sebanyak 350 ribu dari tahun sebelumnya," kata Amalia dalam Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (13/9/2026).

Turun 0,61%

Pada 2025, BPS mencatat jumlah keluarga yang belum memiliki rumah sebanyak 9,64 juta rumah tangga.

Dia menerangkan angka backlog juga turun secara persentase. Pada 2025, backlog rumah mencapai 13%, dan turun jadi 12,39 persen pada 2026. Angka ini turun sekitar 0,61 persen dalam jangka waktu satu tahun.

"Berdasarkan Susenas 2026 pada bulan Maret, kemudian kami memperbarui data backlog ini, backlog 1 yaitu jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah, secara persentase mengalami penurunan dari 13 persen pada Maret 2025 menjadi 12,39 persen pada Maret 2026," jelas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya