BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Dukcapil, Perkuat Validitas Data dan Pelayanan Peserta

BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Dukcapil untuk memperkuat validitas data agar pelayanan dan pemberian manfaat semakin tepat sasaran.

oleh nofie tessarDiterbitkan 13 Agustus 2026, 20:33 WIB
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Plaza BPJamsostek. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk meningkatkan kualitas dan validitas data peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Plaza BPJamsostek.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi untuk mengoptimalkan proses sinkronisasi, verifikasi, dan validasi data, baik bagi calon peserta maupun peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui PKS tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memperoleh hak akses dan pemanfaatan data kependudukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penguatan kualitas data semakin penting seiring transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dari layanan konvensional menuju digital melalui Jamsostek Mobile (JMO) dan Lapak Asik. Ketika layanan hingga proses klaim dapat dilakukan secara digital, akurasi dan verifikasi data yang menjadi dasar pelayanan menjadi faktor penting.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, validitas data merupakan salah satu fondasi dalam penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Data yang akurat tidak hanya mendukung proses administrasi, tetapi juga memastikan manfaat diterima pekerja yang memang berhak.

“Kita ketahui data adalah dasar dari perlindungan kami, terutama pada saat kami akan memberikan manfaat. Kami harus memastikan bahwa orang yang berhaklah yang benar-benar menerima manfaat. Sehingga data menjadi kunci bagi kami dalam memberikan perlindungan yang terbaik,” ujar Saiful.

Perkuat Credibility lewat Data yang Akurat

(istimewa)

Menurut Saiful, integrasi data bersama Dukcapil juga menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat credibility sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan.

Basis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dinilai penting untuk membangun kepercayaan peserta dan masyarakat terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial.

“Credibility dibangun dari proses yang dapat dipercaya. Salah satunya melalui data kepesertaan yang valid, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan basis data yang semakin baik, kami dapat memastikan proses kepesertaan, pelayanan, hingga pemberian manfaat dilakukan secara lebih akurat dan transparan,” tambahnya.

Selain memperkuat aspek credibility, kualitas data diharapkan mendukung upaya BPJS Ketenagakerjaan memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja.

Optimalisasi proses sinkronisasi dan validasi dapat meminimalkan potensi ketidaksesuaian data. Dengan demikian, proses pendaftaran hingga pengelolaan kepesertaan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Integrasi Data Diharapkan Permudah Verifikasi Peserta

Pemanfaatan data kependudukan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Integrasi dengan Dukcapil diharapkan mampu mempercepat verifikasi identitas sekaligus mengurangi potensi duplikasi maupun ketidaksesuaian data peserta.

Langkah tersebut juga diharapkan memberikan kepastian lebih baik dalam proses pengelolaan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengatakan, pemanfaatan data kependudukan dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk menghasilkan pelayanan publik yang semakin efektif dan tepat sasaran.

“Data kependudukan merupakan data dasar yang digunakan dalam berbagai layanan publik. Melalui kerja sama ini, kami mendukung BPJS Ketenagakerjaan dalam melakukan sinkronisasi, verifikasi, dan validasi data kepesertaan sehingga data yang digunakan semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pelayanan kepada peserta dapat dilakukan secara lebih tepat sekaligus memberikan kepastian atas hak-hak pekerja,” ujar Teguh.

Kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan Dukcapil tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, akurat, dan terpercaya.

Dengan fondasi data yang semakin kuat, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memastikan proses kepesertaan, pelayanan, hingga pemberian manfaat dapat berjalan tepat sasaran. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari semangat BPJS Ketenagakerjaan untuk Berjalan Bersama Pekerja Indonesia dalam memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja di Tanah Air.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya