MSCI Umumkan Hasil Tinjauan Indeks Agustus 2026, Ini Kata BEI

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menanggapi hasil tinjauan indeks MSCI untuk periode Agustus 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Agustus 2026, 16:37 WIB
Direktur Utama BEI periode 2026-2030 Jeffrey Hendrik, saat Konferensi Pers RUPST BEI 2026, Senin (29/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil tinjauan indeks Agustus 2026.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menuturkan, rebalancing secara periodik dilakukan oleh MSCI. Ia menambahkan, seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga memakai keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh BEI antara lain high shareholding concentration (HSC) dan kepemilikan saham 1%.

"Komunikasi kami dengan MSCI tentu akan terus dilanjutkan. Demikian juga komunikasi dengan investor global,” ujar dia kepada wartawan, Kamis, (13/8/2026).

Sebelumnya, MSCI mengumumkan hasil rebalancing MSCI Global Standard Indexes untuk periode Agustus 2026. Dalam evaluasi terbaru tersebut, dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Melansir situs resmi MSCI, seluruh perubahan hasil review akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Pada ringkasan perubahan per negara di kawasan Asia Pasifik, MSCI mencatat bahwa Indonesia tidak memperoleh tambahan saham baru dan mengalami dua penghapusan saham dari kelompok MSCI Global Standard Indexes.

Keluarnya suatu saham dari indeks MSCI berpotensi memicu penyesuaian portofolio oleh dana pasif yang mengikuti komposisi indeks tersebut. Karena itu, saham GOTO dan CPIN diperkirakan akan menjadi perhatian investor menjelang tanggal efektif implementasi pada akhir Agustus 2026.

 

Saham CPIN Masuk Indeks MSCI Global Small Cap

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI Inc) merilis hasil peninjauan konstituen terbaru pada Agustus 2026. Pada indeks MSCI Global Small Cap, ada satu saham emiten Indonesia yang masuk, dan sembilan saham dihapus.

Dikutip dari laman MSCI, Kamis, (13/8/2026), saham emiten Indonesia yang masuk indeks MSCI Global Small Cap yakni Charoen Pokphand Indonesia. Sedangkan sembilan saham emiten Indonesia dihapus  antara lain saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Adapun MSCI menghapus dua saham emiten Indonesia di MSCI Global Standard Indexes yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Selain itu, MSCI tidak menambah dan menghapus saham asal Indonesia di MSCI Micro Cap Indexes.

 

 

Berlaku Efektif 1 September 2026

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya