Sempat Dibuka Hijau, IHSG Langsung Anjlok ke Zona Merah

Sempat menguat di awal perdagangan Kamis (13/8/2026), IHSG terperosok ke zona merah akibat tekanan di seluruh sektor saham.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 13 Agustus 2026, 09:08 WIB
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/3/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan saham Kamis (13/8/2026). Seluruh sektor saham mengalami tekanan. 

Mengutip data RTI, IHSG hari ini sempat dibuka menguat ke posisi 6.388,23 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.373,84. Namun, tak lama kemudian IHSG langsung terkoreksi cukup dalam menuju level 6.343,41.

Saat dipantau pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih tertahan di zona merah dengan melemah 0,33% atau turun 19,44 poin ke level 6.357,62.

Indeks saham LQ45 turut melemah 0,41% ke posisi 630,50. Mayoritas indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Pada awal sesi pertama, IHSG bergerak di level tertinggi 6.390,32 dan level terendah 6.336,28.

Sebanyak 257 saham melemah sehingga menekan IHSG, sementara 197 saham menguat dan 209 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 164.181 kali dengan volume transaksi mencapai 2,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 1,1 triliun.

Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran US$ 1 setara Rp 17.868.

Seluruh sektor saham tertekan di zona merah. Pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor consumer noncyclical, disusul oleh sektor kesehatan dan sektor barang baku (basic materials).

Prediksi IHSG Hari Ini

Pekerja berjalan dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG diprediksi menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis, (13/8/2026). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis, (13/8/2026). IHSG hari ini berpeluang naik dengan target 6.440-6.544. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 1,69% ke 6.373 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case (hitam), posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave ©dari wave [iv]. Ia mengatakan, hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544.

“Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b),” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.454,6.599 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.325-6.600.

Rekomendasi Saham

Pekerja berjalan dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jakarta. (KLY/ Arie Basuki)

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT menguat 7,14% ke 1.950 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan BRPT pun masih mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi BRPT saat ini diperkirakan berada di awal wave (iii) dari wave [iii]

Buy on Weakness: 1.850-1.920

Target Price: 2.020, 2.190

Stoploss: below 1.845

 

2.PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness

Saham EXCL menguat 6,22% ke 2.560 dan disertai dengan tingginya volume pembelian, namun penguatannya belum mampu menembus MA60. “Kami perkirakan, posisi EXCL saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” tutur Herditya.

Buy on Weakness: 2.500-2.550

Target Price: 2.680, 2.800

Stoploss: below 2.470

 

3.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS menguat 1,86% ke 3.840 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini berada pada bagian dari wave A dari wave (B) pada label hitam,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.650-3.730

Target Price: 3.860, 3.920

Stoploss: below 3.590

 

4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness

Saham UNVR menguat 0,86% ke 1.760 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya masih mampu berada di atas MA20. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave (y) dari wave [b] pada label hitam.

Buy on Weakness: 1.625-1.715

Target Price: 1.810, 1.915

Stoploss: below 1.600

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya