Kebakaran di Bromo Tinggal Satu Titik Api

Dari 34 titik api, kini tinggal satu yang masih membara.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 12 Agustus 2026, 13:31 WIB
Proses pemadaman Karhutlah di kawasan Gunung Bromo. (Liputan6.com,/ Hermawan Arifianto)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai terkendali. Seluruh titik api di wilayah Kabupaten Probolinggo dipastikan telah padam per Rabu (12/8/2026). Kini, fokus operasi pemadaman diarahkan untuk menangani satu titik api yang masih tersisa di sektor Pasuruan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengonfirmasi kawasan P30 di Kecamatan Sumber, Probolinggo, yang sebelumnya terbakar di area tebing curam kini sudah bebas dari asap dan pijar api.

"Informasi terbaru yang kami terima, titik api di kawasan P30 Probolinggo sudah tidak terlihat. Saat ini api hanya tersisa di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan," ujar Oemar, Rabu (12/8/2026).

Dari total 34 titik api yang sempat mengepung kawasan Bromo, wilayah Dingklik menjadi titik terakhir yang masih terbakar. Lokasinya yang berada di tebing terjal membuat pemadaman melalui jalur darat tidak memungkinkan. Karena itu, operasi mengandalkan strategi pemadaman dari udara (water bombing) dengan mengerahkan tiga unit helikopter.

Untuk menuntaskan sisa api tersebut, kekuatan gabungan dikerahkan ke Kabupaten Pasuruan. Personel BPBD, TNBTS, TNI, dan Polri turut terlibat, dengan dukungan kendaraan pemadam kebakaran yang didatangkan dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Malang, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, hingga Probolinggo.

 

Antisipasi Kemunculan Kembali Api

Proses pemadaman Karhutlah di kawasan Gunung Bromo. (Liputan6.com,/ Hermawan Arifianto)

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menargetkan seluruh karhutla di kawasan TNBTS padam sepenuhnya sebelum Jumat (14/8/2026).

"Percepatan ini krusial dilakukan agar armada helikopter pemadam dapat segera dialihkan untuk menangani bencana karhutla di wilayah lain," ujarnya.

Hingga Selasa (11/8/2026), total luas lahan yang terbakar di kawasan TNBTS tercatat mencapai 889 hektare. Area terdampak membentang di empat wilayah administratif, yaitu Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

Meski kondisi kian terkendali, tim gabungan tetap bersiaga mengantisipasi munculnya titik api baru akibat angin kencang dan vegetasi kering.

"Masyarakat serta wisatawan diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu percikan api di sekitar kawasan TNBTS," pungkasnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya