Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, Bali telah menjadi magnet utama pariwisata Indonesia. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta pilihan akomodasi yang beragam membuat pulau ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi tropis favorit wisatawan dunia.
Namun, perkembangan tren perjalanan kini mulai membawa wisatawan ke pengalaman yang lebih tenang. Sejumlah pulau di Indonesia yang sebelumnya belum banyak masuk dalam daftar kunjungan mulai menarik perhatian karena menawarkan alam, budaya, dan suasana yang lebih privat.
Advertisement
Mulai dari Rote, Belitung, Sumba, Lombok, Komodo, hingga Kepulauan Riau perlahan menjadi pilihan baru. Minat tersebut turut mendorong investasi resor keluar dari Bali dan masuk ke berbagai destinasi potensial.
Kehadiran properti baru sekaligus membantu memperkenalkan pulau-pulau tersebut pada wisatawan mancanegara, melansir Travel Weekly Asia, Selasa, 11 Agustus 2026. Rote menjadi salah satu contoh perkembangan tersebut.
NIHI Rote hadir dengan 21 vila dan duplex estate di kawasan dekat Bo'a Barrel, salah satu lokasi selancar yang dikenal di pulau itu. Properti tersebut juga memiliki akademi perhotelan yang memberikan pelatihan bagi tenaga kerja lokal.
Perubahan ini menunjukkan pergeseran cara wisatawan menikmati Indonesia. Bali tetap menjadi pintu masuk penting, tapi sebagian pelancong kini mencari ruang yang lebih luas dan suasana yang tidak terlalu ramai.
Pulau-pulau lain pun mendapat kesempatan untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih intim, sekaligus membuka potensi baru bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Destinasi Dekat Singapura
Kepulauan Riau menawarkan alternatif liburan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pulau tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh. Wisatawan dari Singapura dapat menjangkau sejumlah pulau di kawasan ini dalam hitungan jam melalui kombinasi perjalanan feri dan kapal.
Akses yang relatif mudah membuat pengalaman menginap di pulau terpencil terasa lebih praktis. Cempedak dan Nikoi Private Islands menjadi bagian dari perkembangan tersebut dengan menghadirkan pengalaman yang mengutamakan ketenangan dan kedekatan dengan alam.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi yang terasa lebih alami dan jauh dari keramaian. Telunas Private Island menawarkan pengalaman serupa dengan pendekatan berbasis komunitas dan lingkungan.
Konsep kemewahan di sana tidak sekadar soal fasilitas, tapi juga kesempatan untuk memperlambat ritme, menikmati suasana sekitar, dan memberi ruang bagi diri untuk benar-benar beristirahat.
Sumba dan Lombok Tawarkan Pengalaman Lebih Autentik
Sumba mulai mencuri perhatian sebagai destinasi yang memadukan kemewahan dengan kekayaan alam dan budaya. Letaknya yang relatif jauh dari pusat keramaian justru menjadi daya tarik. Pulau ini tetap menawarkan suasana terpencil meski hanya berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Bali.
Lombok turut mengikuti perkembangan tersebut seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi di luar Bali. Pesona pulau ini semakin terasa ketika wisatawan menikmati langsung lanskap dan suasananya.
Samara Lombok dijadwalkan membuka properti pada 2028, menjadi salah satu tanda meningkatnya investasi pariwisata di luar Bali. Tren tersebut memperlihatkan perubahan cara wisatawan memaknai perjalanan.
Kemewahan tidak lagi hanya bergantung pada fasilitas akomodasi. Karakter destinasi, kedekatan dengan alam, serta pengalaman yang membekas setelah perjalanan kini menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan.
Komodo Hadir dengan Konsep Wisata Bertanggung Jawab
Komodo mulai dilirik wisatawan yang telah beberapa kali berkunjung ke Bali dan ingin menemukan pengalaman baru. Destinasi ini menawarkan ruang yang lebih luas, privasi, serta kesempatan untuk menjelajahi alam dengan suasana yang berbeda dari pusat pariwisata yang ramai.
Wisatawan China saat ini menjadi pasar utama Komodo, disusul wisatawan domestik Indonesia, Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Pertumbuhan kunjungan tersebut turut membuka peluang bagi perkembangan pariwisata di kawasan sekitar.
Pengembangan destinasi tetap perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal. Konsep wisata mewah tidak hanya berbicara tentang akomodasi dan fasilitas, tapi juga penghormatan terhadap alam, budaya, serta komunitas setempat.
Bali masih menjadi pintu masuk penting bagi wisatawan. Pulau-pulau lain mulai menawarkan daya tarik berbeda berupa lanskap luas, privasi, budaya lokal, dan kesempatan untuk sejenak menjauh dari rutinitas.