Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (Astra Group) kembali menunjukkan dominasinya di pasar otomotif roda empat Indonesia. Hingga Juli 2026, grup otomotif tersebut mampu mempertahankan sekitar 50 persen pangsa pasar mobil nasional, di tengah semakin ketatnya persaingan merek otomotif baru dan penetrasi kendaraan listrik (EV).
Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total pasar mobil domestik sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.726 unit.
Advertisement
Dari jumlah tersebut, Astra Group berkontribusi sebanyak 261.440 unit. Dengan demikian, pangsa pasar Astra mencapai sekitar 50,5 persen dari total penjualan mobil nasional.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan industri otomotif nasional hingga Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode yang sama, penjualan kendaraan roda empat Grup Astra juga tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pada tujuh bulan pertama tahun ini, pangsa pasar penjualan mobil Grup Astra mencapai 50 persen," ujar Windy dalam keterangan resminya.
Menurut Windy, Astra akan terus mencermati perkembangan pasar otomotif nasional sekaligus mempertahankan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan.
"Astra terus mencermati dinamika pasar otomotif nasional dan berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan layanan kepada pelanggan, didukung oleh jaringan penjualan, pembiayaan, dan layanan purnajual yang terintegrasi guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan," jelasnya.
Kinerja Astra di pasar mobil nasional tidak terlepas dari kontribusi sejumlah merek di bawah naungannya. Dua merek kendaraan penumpang utama, yakni Toyota dan Daihatsu, menjadi penyumbang terbesar.
Toyota bersama Lexus mencatatkan penjualan akumulatif sebanyak 156.336 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Penjualan Toyota mencapai titik tertinggi pada April 2026 dengan torehan 25.807 unit. Sementara pada Juli 2026, Toyota membukukan penjualan sebanyak 21.816 unit.
Dengan capaian tersebut, Toyota dan Lexus masih menjadi salah satu kekuatan terbesar di pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen kendaraan penumpang.
Di posisi berikutnya, Daihatsu menyumbangkan 87.670 unit hingga Juli 2026. Performa Daihatsu juga menunjukkan konsistensi. Pada Juni dan Juli 2026, penjualan merek tersebut sama-sama berada di angka 14.125 unit per bulan.
Jika digabungkan, Toyota-Lexus dan Daihatsu menyumbang sekitar 244 ribu unit kendaraan sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Salah satu kekuatan terbesar Astra berada di segmen Low Cost Green Car (LCGC). Dengan mengandalkan sejumlah model seperti Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla, Astra menguasai sebagian besar pasar mobil murah dan hemat energi tersebut.
Total pasar LCGC nasional sepanjang Januari-Juli 2026 tercatat sebanyak 64.633 unit. Dari jumlah tersebut, produk-produk Astra menyumbang 50.959 unit.
Artinya, Astra menguasai sekitar 79 persen pangsa pasar LCGC nasional hingga Juli 2026.
Dominasi tersebut bahkan menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun. Pada Januari 2026, pangsa pasar LCGC Astra berada di kisaran 68 persen.
Angka tersebut kemudian meningkat hingga mencapai 85 persen pada Juni 2026, sebelum sedikit terkoreksi menjadi 84 persen pada Juli 2026.
Kinerja ini memperlihatkan bahwa produk LCGC Astra masih menjadi pilihan utama konsumen Indonesia untuk kategori mobil dengan harga relatif terjangkau dan efisiensi bahan bakar.
Merek Non-Astra Semakin Kuat
Meski Astra masih menguasai sekitar separuh pasar, persaingan dari merek Non-Astra semakin kuat. Total penjualan merek Non-Astra sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 256.286 unit, atau sekitar 49,5 persen dari total pasar mobil nasional.
Mitsubishi Motors dan Fuso menjadi salah satu kontributor terbesar dari kelompok tersebut dengan penjualan kumulatif mencapai 61.235 unit.
Kinerja Mitsubishi Motors dan Fuso bahkan menguat pada Juli 2026. Penjualannya pada bulan tersebut mencapai 11.112 unit.
Sementara itu, penetrasi merek kendaraan listrik asal China juga semakin terlihat. BYD dan Denza mencatatkan penjualan kumulatif sebanyak 32.808 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Khusus Juli 2026, BYD membukukan penjualan sebanyak 6.728 unit. Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya kehadiran merek kendaraan listrik China di pasar otomotif Indonesia.
Selain itu, Suzuki mencatatkan penjualan sebanyak 41.973 unit, sedangkan Honda membukukan 23.260 unit selama tujuh bulan pertama 2026.
Menariknya, kelompok "Others" juga mencatatkan volume penjualan yang cukup besar, yakni mencapai 69.494 unit hingga Juli 2026.
Besarnya kontribusi kelompok tersebut menjadi indikasi bahwa peta persaingan otomotif Indonesia semakin terfragmentasi.
Kehadiran berbagai produk baru, terutama dari produsen global dan merek asal China, membuat konsumen memiliki pilihan kendaraan yang semakin beragam.
Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemain lama, termasuk Astra, untuk mempertahankan dominasi pasarnya.
Dengan penguasaan sekitar 50 persen pasar mobil nasional dan dominasi yang sangat kuat di segmen LCGC, Astra masih menjadi kekuatan utama industri otomotif roda empat Indonesia hingga pertengahan 2026.
Namun, pertumbuhan merek Non-Astra, khususnya pemain kendaraan listrik, menunjukkan bahwa persaingan pasar otomotif nasional ke depan berpotensi semakin sengit.