Menko Polkam ke Pangdam dan Kapolda: Karhutla Tentukan Karier Anda

Menurut Djamari, keberhasilan penanganan karhutla diukur dari kemampuan aparat mengendalikan titik api.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 10 Agustus 2026, 19:10 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago Bicara Penanganan Karhutla

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan keberhasilan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu penentu karier Pangdam dan Kapolda di wilayah masing-masing.

Djamari mengatakan Pangdam dan Kapolda akan menghadapi konsekuensi jabatan jika tidak mampu mengendalikan karhutla, terutama dalam menekan jumlah titik api.

"Masih berlaku. Pada saat saya berkeliling ke daerah, saya tekankan itu. Keberhasilan Anda menangani Karhutla adalah bagaimana karier Anda ke depan," kata Djamari kepada wartawan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Menurut Djamari, keberhasilan penanganan karhutla diukur dari kemampuan aparat mengendalikan titik api. Jika tidak berhasil, terdapat konsekuensi yang harus dihadapi.

"Bukan hanya ada, kalau titik api kan bisa titik api banyak, sekarang pun titik api ada. Artinya dalam upaya mengendalikan itu, diukur berhasil atau tidak berhasil. Kalau tidak berhasil, ya punya konsekuensi begitu. Tetap itu berlaku sampai sekarang," jelasnya.

 

Update Pemadaman Kebakaran Bromo

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pemadaman kebakaran di Gunung Bromo, Jawa Timur, masih terus dilakukan. Dari 34 titik api yang sebelumnya terpantau, saat ini tersisa dua titik yang belum padam.

"Kemarin 34 titik, sekarang ada 2 titik. Ada di B30 perbatasan Probolinggo, Malang. Ada lagi di Lembah itu. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai. Tapi memang dari taman itu masih ditutup," tutur Suharyanto.

Suharyanto mengatakan BNPB terus memantau titik api di enam provinsi prioritas untuk mencegah meluasnya karhutla. BNPB juga menyiagakan helikopter dan pasukan darat untuk penanganan kebakaran.

"Seandainya pun nanti ada kebakaran upayakan lewat pasukan darat karena heli-heli BNPB banyak fokusnya di 6 provinsi prioritas. Tapi kita masih punya cadangan 3 heli yang bisa bergerak ke mana-mana. Seperti Bromo kan kita kerahkan 3 heli dan langsung bisa mengatasi dari 34 tinggal 2 titik," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya