Kelola 3 Konsesi Tambang, Karya Pacific Energy Bawa Identitas Baru

Ketiga konsesi pertambangan IATA memiliki total sumber daya batu bara mencapai 598 juta MT dan total cadangan (reserves).

oleh NurmayantiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 18:00 WIB
Jajaran Direksi PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA). Dok IATA

Liputan6.com, Jakarta - PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) mendorong fase pertumbuhan baru pada seluruh kegiatan operasional. Saat ini, perusahaan mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi aktif.

Ketiga konsesi pertambangan tersebut secara akumulatif memiliki total sumber daya batu bara mencapai 598 juta MT dan total cadangan (reserves) batu bara sebesar 288 juta MT.

Ketiganya yakni IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE). 

Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto menyampaikan optimismenya terhadap fase pertumbuhan baru perseroan bersama ekosistem pendukung yang lebih solid.

Sebagai bentuk mendorong fase pertumbuhan baru, perusahaan memperkenalkan logo baru perusahaan sebagai bagian dari transformasi identitas korporasi, pada Senin (10/8/2026), setelah sebelumnya berganti nama.

"Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. Selain itu, kami terus berkomitmen menciptakan nilai tambah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Suryo Senin (10/8/2026).

Dia mengatakan, Perseroan terus mengoptimalkan produksi batu bara dalam menjaga kinerja bisnis tahun 2026, sembari menanti hasil evaluasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Integrasi ke dalam ekosistem Karya Pacific Group memberikan daya dukung operasional yang kuat bagi perseroan di bidang pertambangan, logistik, dan infrastruktur.

Sinergi ini mencakup kepemilikan infrastruktur strategis seperti coal loading port atau jetty, jembatan timbang, dan jalan angkut (hauling road).

Selain itu, perseroan didukung oleh kapasitas kontraktor pertambangan lengkap, mulai dari land clearing, pemindahan overburden, coal getting, pemeliharaan jalan, manajemen stockpile, hingga reklamasi pascatambang, serta armada peralatan berat dan kendaraan operasional yang memadai.

 

 

 

Perubahan Tidak Pengaruhi Aktivitas Operasional

Perubahan logo ini merupakan kelanjutan dari pergantian nama perseroan yang sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk, sebagaimana telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.

Manajemen menegaskan perubahan logo tidak memengaruhi aktivitas operasional maupun komitmen perseroan kepada mitra bisnis, pelanggan, investor, dan kreditur. Penerapan logo baru akan dilakukan secara bertahap pada media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, hingga aset korporasi lainnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya