Harga Minyak Hari Ini Melambung Imbas Ketidakpastian Pembukaan Selat Hormuz

Harga minyak Brent dan WTI kompak menguat pada perdagangan Senin, (10/8/2026). Sentimen geopolitik masih mempengaruhi harga minyak dunia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Agustus 2026, 08:09 WIB
Harga bensin yang melebihi 8 delapan dolar AS per galon terlihat tertera di sebuah SPBU Chevron di Los Angeles, California, pada 28 April 2026. (Frederic J. BROWN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin, (10/8/2026) di tengah berlanjutnya ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Hal ini menyusul pernyataan Iran kalau kesepakatan dengan Oman tekrait penetapan jalur pelayaran baru telah memasuki tahap akhir. Akan tetapi, AS masih harus memenuhi sejumlah persyaratan lainnya.

Mengutip Channel News Asia, Senin pekan ini, harga minyak mentah Brent naik US$ 1,2 atau 1,44% menjadi US$ 84,79 pada pukul 22.06 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bertambah US$ 1,12 atau 1,08% menjadi US$ 79,29 per barel.

Kedua harga acuan minyak tersebut telah turun lebih dari 7% pekan lalu di tengah harapan Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang melayani pengangkutan pasokan minyak dunia sebelum perang pecah.

Meskipun Iran pada Minggu menyatakan, kesepakatan dengan Oman sudah memasuki "tahap akhir", negara itu menegaskan kembali jalur perairan tersebut baru akan dibuka kembali setelah Washington memenuhi syarat-syarat lain, termasuk pemberian kompensasi dari AS kepada Iran atas serangan-serangan luas yang terjadi.

"Para pelaku pasar sudah terbiasa dengan dinamika negosiasi yang sering kali maju-mundur dan kini menantikan bukti nyata, seperti pergerakan kapal tanker yang terverifikasi atau kesepakatan resmi, sebelum mereka lebih jauh mengurangi premi risiko," ujar Analis pasar di KCM Trade, Tim Waterer.

 

Sentimen Harga Minyak

Harga Minyak Dunia. Foto: Freepik/Atlascompany

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menuturkan, Iran dan AS tidak sedang melakukan perundingan, dan Teheran tidak akan memulainya selama Washington melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni.

Dalam ancaman tambahan terhadap pasokan, sebuah fasilitas minyak milik Arab Saudi diserang pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco pada Minggu.

Serangan ini terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan sekutu sesama negara Muslim Sunni, yakni Turki dan Pakistan, sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakstabilan kawasan akibat perang antara AS-Israel melawan Iran yang berhaluan Syiah.

Secara terpisah, perusahaan ADNOC milik Uni Emirat Arab pada Jumat mengungkapkan bahwa 15 kapal miliknya telah diserang saat melintasi Selat Hormuz sejak konflik bermula.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya