Emiten GOOD Kantongi Penjualan Rp 7,26 Triliun hingga Semester I 2026

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatat pendapatan naik 20,22% dan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk 4,9%.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Agustus 2026, 15:07 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Liputan6.com, Jakarta - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatat kinerja keuangan positif hingga semester I 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan dan laba hingga Juni 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (9/8/2026), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk meraup penjualan bersih Rp 7,26 triliun. Penjualan perseroan naik 20,22% menjadi Rp 7,26 triliun hingga semester I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat penjualan bersih Rp 6,04 triliun.

Beban pokok penjualan bertambah 22,28% menjadi Rp 5,35 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,37 triliun. Seiring hal itu, laba kotor perseroan naik 14,94% menjadi Rp 1,91 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,66 triliun.

Beban penjualan naik 23,65% menjadi Rp 1,08 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 877,26 miliar. Beban umum dan administrasi naik 1,28% menjadi Rp 376,82 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 372,04 miliar. Perseroan mencatat penghasilan keuangan naik 13,20% dari Rp 22,80 miliar hingga Juni 2025 menjadi Rp 25,81 miliar hingga Juni 2026.

Laba periode berjalan naik 6,5% menjadi Rp 309,28 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 290,33 miliar.

Perseroan mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas indik bertambah 4,92% menjadi Rp 270,38 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 257,69 miliar.

Laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 7,33 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,99.

Perseroan mencatat ekuitas turun menjadi Rp 4,31 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,36 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 5,07 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,97 triliun.Aset naik menjadi Rp 9,38 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 9,33 triliun. Perseroan kantongi kas dan setaras sebesar Rp 912,62 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,14 triliun.

Tebar Dividen 2025

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) di Arosa Hotel Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Dok Garudafood)

Sebelumnya, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Arosa Hotel Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 9,5 per saham atau setara dengan Rp 350.337.208.123, yang merepresentasikan sekitar 50,9% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688.650.503.307.

"Dividen tersebut akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 6 Mei 2026," kata Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, dalam RUPST.

Lebih lanjut, Hardianto menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Garudafood berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 756,2 miliar, meningkat 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan profitabilitas ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2% menjadi Rp 13,1 triliun dari Rp 12,2 triliun pada 2024.

"Pencapaian ini mencerminkan ketangguhan fundamental bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan," ujarnya.

Adapun dalam pertemuan strategis tersebut, Perseroan memaparkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025, sekaligus mengumumkan sejumlah keputusan korporasi penting.

 

Kinerja Penjualan

Ia menyampaikan, segmen makanan dalam kemasan menjadi pilar utama pertumbuhan Perseroan. Segmen tersebut berkontribusi sebesar 89,9% terhadap total penjualan dan mencatatkan pertumbuhan 9,9% secara tahunan.

"Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis," ujar Hardianto Atmadja.

Penjualan dalam negeri tetap menjadi penopang utama kinerja Garudafood dengan kontribusi sebesar 97,2% dari total pendapatan bersih Perseroan. Pada 2025, penjualan domestik tercatat tumbuh 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas program penciptaan nilai (value creation program/VCP) yang berjalan konsisten, dan permintaan yang konsisten terhadap produk Perseroan.

Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh kontribusi kuat kategori produk utama, yaitu Ready to Serve (RTS), biskuit, serta keju dan susu (dairy). Garudafood juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis meliputi inovasi produk unggulan baru, pengembangan saluran distribusi, transformasi digital, optimalisasi operasional, serta kolaborasi strategis lintas fungsi.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya