Pukulan Rotan Sang Ayah, Pecut Bahlil Hasilkan 10 Buku

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menceritakan saat menjalani kehidupan ketika duduk di bangku sekolah.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 12:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, di Djakarta Theatre, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Vira)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia menceritakan alasan mengapa dirinya nekat membuat hingga 10 buku bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-50 tahun.

"Suatu ketika, saya di SMP, itu kondektur angkot, saya pulang karena kehidupannya keras. Karena keras juga kuat, saya sudah tahu bagaimana kehidupan di terminal. Suatu ketika saya pulang, saya dipukul oleh ayah saya, almarhum ayah saya," cerita Bahlil dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya dirinya, Jumat, 7 Agustus 2026, Sabtu (8/8/2026).

Dia mengatakan, almarhum sang ayah kala itu menanyakan dirinya kelak mau menjadi apa. Kemudian Bahlil pun hendak dipukul dengan rotan dan ibunya sempat melarang. "Ketika saya mau dicambuk rotan yang dari ayah saya itu diambil oleh ibu saya untuk jangan sampai dipukul. Tapi, karena ibu saya enggak kuat, makanya saya dipukul oleh ayah saya," ucap Bahlil.

Mulai dari kejadian itu, Bahlil pun berjanji akan memberikan jawaban terbaik untuk kedua orangtuanya. "Saya merasakan bahwa saya banyak mengecewakan orang tua saya. Karena mungkin kehidupan saya yang begitu tidak sempurna. Karena keras di terminal tertanam di hati saya, suatu saat saya akan memberikan jawaban yang terbaik ke para kehidupan orangtua saya," kata dia.

"Jadi, buku ini saya persembahkan untuk almarhum ayah saya. Sekali pun beliau tidak ada, tapi mungkin beliau akan ingat," Bahlil menambahkan.

Ucapan Terima Kasih pada Sang Ibu dan Istri

Bahlil juga mengucapkan terima kasih kepada sang ibu yang telah mengajarkan dirinya untuk menjadi orang jujur, memiliki loyalitas, dan bekerja keras. "Terima kasih kepada ibu saya, yang menurut saya, lebih profesor kehidupan untuk saya, mengajarkan saya arti sebuah persaudaraan, menghargai orang, jujur, loyalitas, kerja keras," kata dia.

 

Terima Kasih kepada Sang Istri dan Anak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad Bahlil Lahadalia, di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Devira)

Bahlil pun menegaskan tak pernah menyesal dilahirkan dari rahim seorang ibu yang hanya merupakan pembantu rumah tangga. "Saya tidak pernah menyesal lahir dari rahim kandungan wanita yang membantu rumah tangga. Saya tidak pernah merasa minder. Andaikan saya lahir dari kandungan wanita yang lain, belum tentu saya bisa menjadi Menteri ESDM dan menjadi Ketua Umum Partai Golkar," ucap dia.

Bahlil juga menyampaikan terima kasih kepada sang istri dan anak-anaknya. Sebab, dirinya kerap pulang malam karena jadwal yang padat.

"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada istri saya. Tapi, istri saya dan anak saya, yang selalu tabah di rumah, karena pulang malam. Kita hidupnya setia. Bukan berarti setia itu setia ketika mana ada, bukan. Tapi kalau andaikan pun ada, itu dinamika organisasi," ujar Bahlil.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya