Harga Emas Antam 8 Agustus 2026 Terbang Rp 40.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu, (8/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Agustus 2026, 10:06 WIB
Harga emas Antam pada Sabtu, (8/8/2026) (Juni KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat signifikan pada perdagangan Sabtu (8/8/2026). Harga emas Antam hari ini melambung Rp 40.000 per gram dibandingkan perdagangan Jumat lalu.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.690.000 per gram. Padahal pada Jumat kemarin, harga emas Antam masih dipatok Rp 2.650.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau beli kembali emas Antam juga ikut terbang dan nilainya lebih besar. Harga buyback naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.511.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku apabila pemilik emas menjual kembali logam mulianya kepada Antam. Adapun harga emas yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.

Perlu diketahui, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni mencapai Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram.

Seluruh informasi harga emas tersebut mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.

Daftar Harga Emas Antam

Rincian Harga Emas Antam (Sabtu, 8/8/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.395.000
  • 1 gram: Rp 2.690.000
  • 2 gram: Rp 5.330.000
  • 3 gram: Rp 7.977.000
  • 5 gram: Rp 13.265.000
  • 10 gram: Rp 26.450.000
  • 25 gram: Rp 65.960.000
  • 50 gram: Rp 131.755.000
  • 100 gram: Rp 263.360.000
  • 250 gram: Rp 658.090.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.315.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.690.600.000 (pre-order)

Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Sebelumnya, harga emas dunia melambung pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta) hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu. Lonjakan harga emas dunia ini terjadi setelah penurunan tak terduga dalam data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) pada Juli memupus sentimen kenaikan suku bunga dan membawa emas menuju kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan.

Mengutip CNBC, Sabtu (8/8/2026), harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 4.336,11 per ons setelah sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 17 Juni.

Emas diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 19 Januari. Harga emas telah naik lebih dari 7% sepekan ini. Kontrak berjangka emas AS menguat 2,3% menjadi US$ 4.396,9.

Data non-farm payrolls menunjukkan penurunan sebanyak 23.000 pekerjaan bulan lalu menyusul revisi penurunan angka kenaikan Juni menjadi 20.000, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan lapangan kerja sebesar 80.000 bulan lalu.

"Data lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan menciptakan skenario di mana The Fed kemungkinan kecil akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Meger menuturkan, penurunan harga energi dan kemungkinan kecilnya kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) sama-sama mengisyaratkan pelemahan dolar dan penguatan harga emas, tambah Meger.

Pasar kontrak berjangka suku bunga kini memperhitungkan peluang sebesar 43,9% bagi pengetatan kebijakan The Fed pada September, dibandingkan dengan 57% sebelum laporan lapangan kerja dirilis, menurut data LSEG. Probabilitas The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan naik menjadi 60,4%, dibandingkan 43,2% tepat sebelum data tersebut dirilis.

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas lebih menarik dibandingkan aset yang menghasilkan imbal hasil (yield), karena emas tidak memberikan bunga. UBS memperkirakan harga emas akan naik hingga US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2027, menurut catatan yang dirilis pada Jumat.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia yakin perang dengan Iran akan segera berakhir. Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 3% menjadi US$ 63,31 per ons, platinum menguat 1,2% menjadi US$ 1.749,95, dan paladium naik 0,8% menjadi US$ 1.380,53. Ketiga logam tersebut mencatatkan kenaikan mingguan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya