Rincian 996 Senjata Temuan di Sekolah Jaksel, Ada Senpi

Seluruhnya diamankan di gudang Subdit Wasendak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 07 Agustus 2026, 15:53 WIB
Polda sebut hanya satu dari 996 Senjata api yang ditemukan di Yayasan Sekolah

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya meluruskan informasi mengenai temuan 996 pucuk senjata di sebuah yayasan sekolah swast di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hasil pendalaman menunjukkan hanya satu pucuk yang merupakan senjata api.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan hasil tersebut diperoleh setelah Direktorat Intelkam bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan terhadap seluruh barang yang ditemukan di lokasi.

“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, satu pucuk senjata api itu telah diamankan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Berdasarkan penelusuran Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, senjata tersebut terdaftar atas nama DS yang diketahui telah meninggal dunia pada 2020 sehingga masih didalami lebih lanjut.

 

Rincian 995 Senjata Lainnya

Sementara rincian untuk  995 senjata yang ditemukan yakni, senapan angin terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter. Lalu 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter. Kemudian 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter. Seluruhnya kini diamankan di gudang Subdit Wasendak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

Budi mengatakan penyidik juga menemukan dokumen impor bernomor SI/5483/XII/2008 yang berkaitan dengan impor softgun atau senapan angin.

Dokumen tersebut masih ditelusuri untuk memastikan legalitas serta keterkaitannya dengan barang-barang yang ditemukan.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan memanggil mantan pengurus yayasan berinisial IW guna dimintai keterangan. Penyidik akan mendalami asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan ratusan senapan angin dan satu senjata api tersebut.

“Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya