Terduga Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand Tewas Setelah Mengurung Diri

Penyidik dilaporkan tengah memeriksa para guru dan rekan sekelas pelaku untuk mengungkap motif di balik aksi penembakan ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 07 Agustus 2026, 12:53 WIB
Seorang korban luka dibawa menggunakan tandu setelah penembakan di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). (Dok. Por Tek Tueng Nonthaburi via AP)

Liputan6.com, Bangkok - Terduga pelaku penembakan di sebuah sekolah di Thailand ditemukan tewas setelah sempat mengurung diri di salah satu gedung sekolah pada Jumat (7/8/2026) pagi.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan murid aktif di sekolah tempat kejadian tersebut. Pelaku terdaftar sebagai siswa Mathayom 3 atau setara kelas 9 di sekolah tersebut. Ia diduga kuat melukai dirinya sendiri hingga tewas.

Sebelumnya, siswa tersebut dilaporkan melepaskan puluhan tembakan di lingkungan Sekolah Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi. Insiden ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Seorang siswa yang berada di lokasi mengatakan pelaku mengenakan seragam olahraga resmi sekolah berwarna ungu saat melepaskan tembakan. Statusnya sebagai murid aktif membuat keberadaannya di lingkungan sekolah tidak dicurigai pada awalnya.

Setelah melakukan aksinya, terduga pelaku sempat mengurung diri di lantai tiga gedung berwarna merah muda di kompleks sekolah. Petugas kepolisian yang menyisir lokasi kemudian menemukan pelaku sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam ruang komputer.

Selain terduga pelaku, insiden ini juga menewaskan seorang guru wanita. Sementara itu, sedikitnya 15 orang dilaporkan terluka akibat tembakan maupun kepanikan massal saat berebut menyelamatkan diri dari amukan teman sekolah mereka.

Laporan pertama mengenai tembakan di dalam sekolah diterima oleh relawan dari Poh Teck Tung Foundation, yang kemudian langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat. Petugas gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi ratusan siswa serta staf, sekaligus mengamankan kawasan di sekitar kompleks sekolah.

Guna menjaga kelancaran operasi dan keselamatan tim di lapangan, pihak berwenang meminta masyarakat untuk menghentikan siaran langsung dari lokasi kejadian serta menghindari kawasan di sekitar sekolah.

Hingga saat ini, Kepolisian Nonthaburi masih melakukan investigasi mendalam di tempat kejadian perkara. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya