Reaksi Gubernur DKI Ada 995 Senjata dan Narkoba di Sekolah Jaksel

Gubernur DKI meminta aparat menindak tegas kasus di sekolah swasta tersebut.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 07 Agustus 2026, 11:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tanggapi temuan senjata di Sekolah Jaksel. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terkejut dengan temuan 995 senjata, narkoba, dan barang terlarang lainnya di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ia menyampaikan keberadaan barang-barang tersebut di lingkungan pendidikan tidak dapat dibenarkan dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas kasus tersebut.

“Apa yang terjadi di sekolah swasta di Kebayoran Lama yang ditemukan sangat mengejutkan, senjata jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba, dan juga ada hal-hal lain,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Dia menegaskan, sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. Karena itu, Pramono menyebut temuan ratusan senjata dan narkoba di lingkungan sekolah merupakan pelanggaran yang tidak bisa ditoleransi.

“Pertanyaannya apakah itu boleh? Jawabannya singkat aja, sangat tidak boleh,” ujarnya.

 

Contoh yang Buruk

Penemuan Senjata Api di Sekolah Pondok Pinang Jaksel

Menurut Pramono, yayasan yang menaungi sekolah tersebut telah memberikan contoh yang buruk. Meski pihak yang diduga bertanggung jawab telah diberhentikan oleh yayasan, proses hukum tetap harus berjalan.

“Yayasan ini benar-benar memberikan contoh yang tidak baik. Pemerintah DKI memberikan support sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini,” kata Pramono.

Dia menegaskan Pemprov DKI menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Pramono memastikan, Pemprov DKI akan mendukung penuh proses penindakan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Karena apa pun di dunia pendidikan yang seperti ini tidak boleh terjadi,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya