Liputan6.com, Jakarta - Jakarta, - Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan masih terus didalami. Pihak yayasan kembali mengungkap ada satu ruangan menyerupai bunker yang hingga kini belum berhasil dibuka. Mereka mendesak polisi segera membongkarnya.
Ruangan itu masih terkunci rapat sehingga pihak sekolah memilih meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
Advertisement
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto khawatir masih ada senjata atau barang terlarang lain yang tersimpan di dalamnya.
“Karena masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana,” kata dia kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hermawanto, seluruh proses pembukaan ruangan dilakukan bersama polisi karena yayasan tak memiliki akses terhadap sejumlah ruangan sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan.
“Kami meminta pendampingan dari kepolisian. Kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan selalu mendampingi kami dari setiap prosesnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruangan yang belum terbuka itu merupakan salah satu ruangan yang sejak awal tidak dapat diakses pengurus baru.
Karena khawatir menghadapi persoalan hukum maupun keselamatan, yayasan menyerahkan proses pembukaannya kepada aparat.
“Kami ingin bunker ini juga dibuka. Kami akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami membuka ruangan ini karena kalau kami sendiri khawatir ada risiko hukum,” katanya.
Kekhawatiran itu muncul setelah dua kali pembukaan ruangan sebelumnya justru berujung pada penemuan barang-barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana. Pihak yayasan menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, dan berbagai aksesori senjata pada 10 Juli hingga 11 Juli 2026.
Kemudian saat pendampingan polisi, yayasan kembali menemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga narkotika, serta puluhan CD porno. Temuan itu saat membuka ruangan lain pada Rabu, 5 Agustus 2026 malam dengan
“Pada tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno,” ujar Hermawanto.
Seluruh barang yang ditemukan telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia berharap polisi segera membuka ruangan yang menyerupai bunker itu sekaligus menuntaskan penyelidikan.
“Kami ingin kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini. Karena senjata ini berkaitan dengan keamanan nasional dan bisa berbahaya bila disalahgunakan,” kata Hermawanto.
Selundupkan Senpi Diam-Diam
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, mengatakan temuan terbaru membuat pihak sekolah semakin yakin masih perlu dilakukan penyisiran menyeluruh terhadap seluruh ruangan yang selama ini tertutup.
“Yang diam-diam dia lakukan di situ sembunyi, lalu dia buat bunker di sekolah. Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang yang berbahaya di situ bisa dia lakukan diam-diam di belakang,” ujar Untung.
Untung mengaku heran ruangan yang berada di lingkungan sekolah itu justru menyimpan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan senjata api.
“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” ujarnya.