Rutinitas Skincare Sebelum dan Sesudah Mendaki Gunung yang Wajib Dilakukan

Paparan UV, udara kering, dan angin di pegunungan menuntut rutinitas khusus. Ini panduan pra dan pascamendaki berdasarkan studi dan pakar.

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 13 Agustus 2026, 19:00 WIB
Ilustrasi hiking, gunung (Photo by Tim Foster on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Lingkungan pegunungan yang dingin, kering, dan berangin dapat mengguncang kesehatan kulit dalam hitungan jam. Tanpa persiapan dan perawatan yang tepat, risiko kulit kering, iritasi, hingga sengatan matahari meningkat tajam. Rutinitas skincare sebelum dan sesudah pendakian menjadi kunci menjaga pelindung kulit tetap utuh di ketinggian.

Mengacu pada studi yang diterbitkan di PMC - NIH, kondisi dataran tinggi berdampak pada tubuh secara luas. “Lingkungan unik di dataran tinggi membuat orang yang tidak teraklimatisasi rentan mengalami kondisi yang mengancam jiwa seperti penyakit gunung akut, edema paru dataran tinggi, edema serebral dataran tinggi, dan kondisi trombotik,” demikian penjelasan dari sebuah studi yang diterbitkan di PMC - NIH.

Artikel ini merangkum langkah-langkah penting perawatan pra dan pasca pendakian berdasarkan rekomendasi dermatolog serta rujukan ahli, termasuk Dr. Erin Gardner dari Missouri Baptist Medical Center, High Altitude Skincare, dan Kashmiri Botanicals.

Ancaman Kulit di Dataran Tinggi

Ilustrasi skincare. Sumber foto: unsplash.com/Charisse Kenion.

Radiasi UV meningkat sekitar 10 persen untuk setiap kenaikan 1.000 meter. Salju bahkan dapat memantulkan hingga 80–90 persen radiasi, sehingga kulit terpapar dari atas dan bawah. Sinar UVA mampu menembus awan dan jaringan lebih dalam yang berkontribusi pada penuaan dini dan risiko kanker kulit, sedangkan UVB menjadi pemicu utama sengatan matahari.

Kelembapan relatif di pegunungan sering hanya 10–20 persen. Udara yang sangat kering ini memicu peningkatan kehilangan air transepidermal (TEWL), membuat kulit mudah kering, iritasi, dan melemahkan fungsi barrier. Selain itu, hipoksia di ketinggian — berkurangnya pasokan oksigen ke sel — dapat menghambat proses perbaikan, membuat kulit tampak kusam dan memulihkan diri lebih lambat.

Angin kencang mengikis lipid permukaan, yakni minyak alami yang menjaga kelembapan kulit. Suhu dingin memperlambat sirkulasi serta menurunkan aktivitas kelenjar minyak, menambah kerentanan. Pada pendaki, gesekan dan panas di titik-titik tekanan juga dapat memicu kapalan, kulit pecah-pecah, dan area kasar.

Sebelum Mendaki: Rutinitas Perlindungan Lengkap

Ilustrasi oleh Unsplash.

Mulai dengan pembersihan lembut menggunakan pembersih ringan bebas pewangi agar kotoran dan minyak terangkat tanpa merusak barrier. Kulit yang bersih membantu produk berikutnya bekerja optimal.

Eksfoliasi 1–2 kali per minggu dengan scrub lembut non-abrasif atau eksfolian kimia membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, hindari eksfoliasi berlebihan menjelang pendakian agar kulit tidak dalam kondisi sensitif. Rekomendasi frekuensi ini juga disoroti Kuhl, yang menekankan pentingnya menjaga kulit tetap halus tanpa iritasi.

Hidrasi dan pelembapan adalah fondasi. Pilih pelembap ringan yang sesuai jenis kulit. Untuk pendaki, balsem atau losion bertekstur lebih kaya dapat menciptakan lapisan pelindung untuk meminimalkan kehilangan kelembapan berlebih.

Tabir surya wajib digunakan. Terapkan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 secara merata pada wajah dan area terpapar 15–30 menit sebelum beraktivitas. Dr. Erin Gardner dari Missouri Baptist Medical Center merekomendasikan tabir surya fisik/mineral SPF 30 atau lebih tinggi yang mengandung seng oksida atau titanium dioksida karena cenderung tidak memicu ruam. Pastikan area seperti leher, telinga, dan punggung kaki tidak terlewat.

Lengkapi perlindungan dengan pakaian ber-UPF 50 (lengan panjang, celana ringan, dan topi bertepi lebar) yang dapat memblokir hingga 98 persen sinar UV. Gunakan kacamata hitam yang memblokir 99–100 persen UVA dan UVB, serta balsem bibir dengan SPF 15 atau lebih tinggi.

Antioksidan harian turut krusial untuk menetralkan radikal bebas. “Radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan UV merusak kolagen, mempercepat penuaan, dan mengganggu penghalang kulit — dan di ketinggian Anda menghasilkan lebih banyak radikal bebas, lebih konsisten, daripada orang di permukaan laut,” jelas High Altitude Skincare. Serum Vitamin C adalah salah satu opsi yang umum digunakan.

Jaga hidrasi internal dengan asupan air yang cukup agar fungsi kulit tetap optimal dari dalam.

Sesudah Mendaki: Fase Pemulihan Kulit

ilustrasi manfaat niacinamide untuk wajah/unsplash

Mulai pemulihan dengan membersihkan wajah dan tubuh menggunakan pembersih lembut untuk mengangkat sisa keringat, debu, dan tabir surya. Untuk tangan, gunakan sabun ringan dan air hangat; hindari sabun keras yang mengganggu minyak alami kulit.

Prioritaskan produk yang menenangkan dan memperbaiki, misalnya yang mengandung lidah buaya, kamomil, atau calendula untuk meredakan kemerahan dan peradangan. Lanjutkan dengan pelembap atau serum sesuai jenis kulit yang kaya ceramide dan asam hialuronat untuk memulihkan barrier serta mengunci kelembapan.

Untuk tangan yang lecet atau pecah-pecah, aplikasikan salep atau krim perbaikan pada area bermasalah. Hidrasi mendalam bisa didapat dari balsem atau krim kental yang digunakan sebelum tidur.

Terapi cahaya merah (red light) dapat dipertimbangkan karena sifat anti-inflamasi dan potensinya merangsang regenerasi seluler, bermanfaat pasca paparan sinar matahari.

Bila tekstur kulit terasa kasar atau pori tampak tersumbat, lakukan eksfoliasi lembut untuk menyegarkan permukaan. Pendaki juga dapat mengikir kapalan dan kulit terkelupas guna mendorong pertumbuhan kulit baru dan mencegah robekan.

Untuk luka kecil atau area yang sangat kering dan pecah, gunakan salep target yang diformulasikan khusus untuk mempercepat perbaikan area tersebut.

Menjaga Barrier: Pilihan Produk dan Konsistensi

Fokus utama perlindungan di pegunungan adalah menjaga kekuatan pelindung kulit. “Kerusakan kulit gunung adalah masalah kerusakan pelindung, bukan hanya masalah kelembapan. UV menghancurkan protein struktural kulit Anda. Angin menghilangkan lapisan lipid Anda. Udara kering menarik kelembapan Anda keluar,” demikian ditegaskan oleh Kashmiri Botanicals.

Pertimbangkan formulasi yang tepat: produk berbasis air cenderung cepat menguap di udara tipis dan dingin, sehingga dapat menarik kelembapan dari kulit. Sebaliknya, minyak botani dan mentega terkonsentrasi sering kali lebih efektif memperkuat barrier dan membantu mencegah kehilangan air transepidermal.

Konsistensi perawatan tidak bisa ditawar. Hindari pembersih yang terlalu keras agar lipid alami tidak tergerus, lalu pantau respons kulit Anda dan sesuaikan rutinitas dengan kondisi lingkungan sepanjang perjalanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya