Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat terlaksana pada kuartal IV 2026.
Advertisement
"Jadi, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita berharap menargetkan di kuartal IV 2026 perjanjian tersebut dapat ditandatangani," ujar Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Basaria Tiara Desika L. Gaol atau akrab disapa Tiara, melansir Antara di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Tiara menjelaskan bahwa Indonesia dan Uni Eropa sejatinya telah mencapai kesepakatan secara substansial terkait IEU-CEPA pada September 2025. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kedua belah pihak, di mana Indonesia diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menurut dia, setelah kesepakatan substansial tercapai, kedua pihak melanjutkan proses legal scrubbing yang kini telah rampung. Dengan selesainya tahapan tersebut, penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) ditargetkan dapat dilakukan pada kuartal IV tahun ini.
"Yang menandatangani adalah menteri dari kedua belah pihak disaksikan oleh pemimpin tertinggi dari kedua belah pihak baik EU maupun dari Indonesia. Setelah itu, kemudian kita masuk dalam proses ratifikasi," kata Tiara.
Mudah-mudahan, lanjutnya, proses ratifikasinya bisa selesai dengan cepat sehingga pada kuartal I tahun 2027 seluruh proses itu bisa diselesaikan dan dalam periode tersebut siap untuk diimplementasikan (entry into force) sehingga bisa langsung membantu dunia usaha.
Target Berlaku
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso memastikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
Pemerintah optimistis proses ratifikasi bisa diselesaikan tepat waktu, sehingga perjanjian tersebut bisa segera diimplementasikan.
Susiwijono memandang implementasi IEU-CEPA bakal membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Di sisi lain, negara-negara kompetitor juga disebut telah bersiap menghadapi dampak dari IEU-CEPA, sehingga Indonesia perlu memanfaatkan momentum ini secara optimal.
Susiwijono berharap implementasi IEU-CEPA nantinya dapat meningkatkan optimisme pelaku industri, khususnya sektor manufaktur, agar berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Adapun perundingan IEU-CEPA telah berlangsung hampir satu dekade. Negosiasi resmi dimulai pada September 2016 di Brussels, Belgia, dan telah melalui 19 putaran perundingan hingga mencapai kesepakatan substansial di Bali pada September 2025.