Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Meski Tanpa Efek Lebaran

Menko Airlangga Hartarto menuturkan, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% selama tujuh kuartal.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 05 Agustus 2026, 18:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/6/2026). (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% pada kuartal II/2026 merupakan capaian yang solid, mengingat pada periode tersebut tidak lagi ditopang momentum Hari Raya Lebaran seperti pada kuartal sebelumnya.

Menurut Airlangga, faktor musiman yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga telah terjadi pada kuartal I/2026. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh di atas 5%.

“Di triwulan kedua tidak ada event besar seperti Lebaran karena sudah masuk di triwulan pertama. Jadi angka 5,29% ini angka yang cukup baik,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Kooordinator Bidang Perekonomian, Rabu (5/8/2026).

Ia mengatakan, secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I/2026. Capaian tersebut dinilai menunjukkan konsistensi pertumbuhan ekonomi nasional yang telah bertahan di atas level 5% selama tujuh kuartal berturut-turut.

“Sepanjang satu semester ini kita tumbuh sebesar 5,45%. Dengan pertumbuhan tersebut, kita menjaga tujuh kuartal pertumbuhan di atas 5%,” katanya.

Airlangga juga menilai kinerja ekonomi Indonesia masih kompetitif dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di ASEAN, meski masih berada di bawah Vietnam yang mencatatkan pertumbuhan sekitar 8%.

“Dengan pertumbuhan 5,45% sepanjang semester ini, Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di ASEAN. Kemarin terlihat Vietnam sedikit di atas kita di sekitar 8%,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year) pada kuartal II/2026, sehingga pertumbuhan kumulatif semester I/2026 mencapai 5,45%. Angka tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja sejumlah sektor usaha yang tetap tumbuh positif.

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Pemandangan gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Konsumsi rumah tangga tercatat sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menyampaikan konsumsi rumah tangga berkontribusi besar ke produk domestik bruto (PDB) pada komponen pengeluaran.

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32% dan tumbuh 5,06% (year on year)," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Dia menjelaskan, peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh momen libur yang terjadi sepanjang kuartal II-2026. Subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi adalah restoran dan hotel tumbuh 6,47%. Selain itu, sektor transportasi dan komunikasi juga tumbuh sebesar 5,71% .

"Kalau kita dalami perkembangan pertumbuhan komponen pendorong utama ekonomi dari sisi pengeluaran kita bisa lihat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong oleh momen hari libur dan hari besar keagamaan," jelas dia.

Selain itu, komponen Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berkontribusi 29,36 persen dan tumbuh 6,87 persen secara tahunan. PMTB juga tumbuh positif tercermin pada beberapa indikator investasi.

Seperti subkomponen PMTB yang tumbuh positif adalah kendaraan tumbuh sebesar 26,03 persen, peralatan lainnya tumbuh sebesar 16,18 persen, serta peningkatan realisasi investasi di BKPM, data BKPM sebesar 7,14 persen.

Konsumsi Pemerintah

Suasana gedung bertingkat dan permukiman warga di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal II 2026.

 Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah

Konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% seiring dengan peningkatan realisasi belanja. Pertama belanja pegawai tumbuh menguat sejalan dengan pembayaran gaji 13 untuk ASN, TNI, Polri serta akselerasi pembayaran tunjangan tenaga penidik non-PNS.

"Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya berupa program makan bergizi gratis (MBG)," jelas dia.

Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan II 2026 ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67%.

Selain itu pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06% dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07%. Sementara itu net expor memberikan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,78%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya