Melihat Cara Upcydea Festival 2026 Mengubah Material Bekas Jadi Produk Fashion Ramah Lingkungan

Melalui Upcydea Festival 2026, OCBC mendorong gaya hidup berkelanjutan lewat inovasi circular fashion dan pemberdayaan UMKM.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 07 Agustus 2026, 17:00 WIB
Sustainability diangkat dalam Upcydea Festival 2026 melalui beragam produk upcycle yang dikembangkan dengan konsep circular fashion. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Liputan6.com, Jakarta - Upcydea Festival 2026 menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat bahwa gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Melalui program Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle (RISE), OCBC mengajak publik memahami bahwa sustainability tidak selalu identik dengan perubahan besar, tapi dapat diwujudkan lewat kebiasaan sehari-hari.

Program RISE menggabungkan konsep circular fashion dengan pemberdayaan UMKM melalui workshop, mentoring, dan kurasi produk. Sebanyak 50 pelaku usaha dari sektor fesyen, kriya, dan kuliner dilibatkan untuk mengembangkan produk yang kreatif, fungsional, bernilai ekonomi, sekaligus ramah lingkungan.

Material yang digunakan berasal dari seragam OCBC yang sudah tidak terpakai serta kain hasil olahan ulang. Hingga 2025, sekitar 256 kilogram seragam batik bekas telah diolah menjadi berbagai produk fesyen bernilai guna.

Hasil pengembangannya diperkenalkan dalam Upcydea Festival 2026 di OCBC Tower, Jakarta, pada 5 Agustus 2026. Tiga UMKM terpilih menghadirkan koleksi siap jual, yakni Papinka dengan kemeja dan topi anak, Keke Craft melalui tas laptop, dompet kartu, serta lanyard, dan Madina yang menawarkan piyama rayon serta travel organizer.

Koleksi tersebut dipasarkan pada karyawan OCBC dengan harga Rp 60 ribu hingga Rp 400 ribu. Brand and Communication Head OCBC, Aleta Hanafi, mengatakan keberlanjutan berawal dari perubahan perilaku sehari-hari.

"Sustainability itu adalah bagaimana kita menerapkan hidup yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. Melalui RISE, OCBC ingin menunjukkan bahwa material yang dianggap tidak lagi bernilai masih dapat diolah menjadi produk baru sekaligus membuka peluang inovasi bagi UMKM.

Circular Fashion Jadi Ruang Berinovasi

Sustainability diangkat dalam Upcydea Festival 2026 melalui beragam produk upcycle yang dikembangkan dengan konsep circular fashion. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Sustainability kini tidak hanya berbicara tentang menjaga lingkungan, tapi juga menciptakan nilai baru dari material yang sudah tersedia. Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam Upcydea Festival 2026 melalui pendekatan circular fashion yang mendorong masyarakat untuk melihat keberlanjutan sebagai ruang kreativitas.

Desainer Billy Tjong menilai, perubahan cara pandang menjadi kunci dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Menurutnya, material yang sebelumnya dianggap tidak terpakai masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk baru dengan fungsi berbeda dan nilai yang lebih tinggi.

"Saya sangat setuju dengan konsep sustainability sama dengan innovation. Kita bisa melihat sesuatu yang mungkin sudah bosan atau tidak layak dipakai sebagai hal baru yang bisa dikembangkan dari kacamata kreatif, sehingga menciptakan karya yang berbeda, nilainya bisa lebih tinggi atau setidaknya umurnya menjadi lebih panjang," ujar Billy.

UMKM Didorong Melihat Peluang

Sustainability diangkat dalam Upcydea Festival 2026 melalui beragam produk upcycle yang dikembangkan dengan konsep circular fashion. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Pendekatan sustainability melalui program RISE turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk melihat limbah sebagai sumber inspirasi dan potensi bisnis. Melalui rangkaian workshop dan pendampingan, para peserta didorong menciptakan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga membawa nilai keberlanjutan.

Women's Entrepreneurship Advocate sekaligus Communication Strategist, Petty S. Fatimah, melihat perubahan perilaku konsumen yang kini semakin menghargai proses di balik sebuah produk. Menurutnya, nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhir, tapi juga cerita yang menyertainya.

"Konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tapi juga cerita dan nilai di balik produk tersebut. Melalui mentorship, kami membantu UKM mengolah material daur ulang menjadi produk yang menarik dan punya nilai jual," kata Petty.

Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan diri UMKM dalam menerapkan prinsip sustainability sebagai bagian dari inovasi produk dan pengembangan bisnis.

Perubahan Dimulai dari Langkah Sederhana

Sustainability diangkat dalam Upcydea Festival 2026 melalui beragam produk upcycle yang dikembangkan dengan konsep circular fashion. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

OCBC mendorong agar sustainability tidak berhenti sebagai gagasan, tapi menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah menuju gaya hidup berkelanjutan pun dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memperpanjang usia pakai produk, memanfaatkan kembali material lama, dan memilih produk lebih ramah lingkungan.

Komitmen terhadap konsep circular economy telah dijalankan perusahaan itu sejak 2023 dengan mulai mengajak karyawan OCBC dari kantor cabang di berbagai area, terdiri dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan, dan Makassar, untuk mengembalikan seragam yang tidak terpakai untuk didonasikan. Pada tahun ini, OCBC berhasil menghasilkan penjualan sebesar Rp 43,7 juta yang seluruhnya didonasikan untuk penanaman 2.185 pohon mangrove.

Aleta menilai keberlanjutan akan lebih mudah diterapkan ketika hadir dalam aktivitas sehari-hari. "Kami ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak harus rumit ataupun mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten," ungkapnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya