Liputan6.com, Washington D.C - Nathan Thomas mencetak rekor dunia setelah menjadi profesor pria termuda sepanjang sejarah pada usia 18 tahun. Ia mulai mengajar di Miami Dade College, Florida, Amerika Serikat, pada Agustus 2023.
Dikutip dari NBC News, Rabu (5/8/2026), Thomas saat itu berusia 18 tahun 346 hari ketika mulai mengajar. Berdasarkan catatan Guinness World Records, ia memecahkan rekor yang telah bertahan selama lebih dari tiga abad, sebelumnya dipegang Colin Maclaurin yang menjadi profesor pada usia 19 tahun.
Advertisement
Thomas hanya terpaut 16 hari dari Alia Sabur, yang memegang rekor sebagai profesor perempuan termuda. Sabur mengajar di sebuah perguruan tinggi di Korea Selatan pada 2008 ketika berusia 18 tahun 362 hari.
Guinness World Records mencatat, Thomas telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di bidang teknik elektro dengan predikat cum laude. Perjalanan akademiknya dimulai sejak usia dini. Ia tercatat masuk Miami Dade College saat berusia 10 tahun sebelum melanjutkan pendidikan ke Florida International University dan meraih dua gelar tersebut.
Pada 2023, Thomas mengajar mata kuliah COP 2270: C for Engineers di Miami Dade College. Mata kuliah tersebut berfokus pada komputasi dan pemrograman tingkat lanjut.
Thomas mengatakan usia bukanlah faktor penting dalam lingkungan akademik karena para mahasiswa dan pengajar berada di kelas dengan tujuan yang sama, yakni belajar.
“Ketika kamu ada di situ, semua yang hadir untuk alasan yang sama, yaitu belajar. Usia sebetulnya tidak menjadi faktor dalam hal itu,” ujar Thomas kepada Guinness.
Ia mengaku lebih memilih berfokus menjalankan tugasnya sebagai pengajar dan membantu mahasiswa semaksimal mungkin.
Thomas tertarik mendalami bidang STEM, yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika, sejak kecil. Minat tersebut turut dipengaruhi kedua orang tuanya yang bekerja sebagai insinyur.
Menurut Thomas, matematika terasa mudah dipahaminya. Ia juga menyebut sang ibu memiliki kemampuan untuk menjelaskan hal-hal rumit dengan cara yang sederhana, sesuatu yang kemudian turut memengaruhi cara berpikirnya.
Bagi Thomas, salah satu bagian paling menyenangkan dari mengajar adalah ketika melihat mahasiswa memahami materi yang disampaikan.
“Ini adalah kesenangan yang berbeda dari memecahkan sesuatu sendiri, hampir seperti bisa merasakan perasaan itu kembali melalui orang lain,” katanya.
Thomas menilai mengajar juga membantunya memahami suatu materi dengan lebih mendalam. Karena itu, ia merasa dirinya ikut belajar bersama para mahasiswa, bahkan terkadang memperoleh pemahaman lebih banyak dari proses tersebut.
Setelah mencatatkan rekor sebagai profesor termuda, Thomas melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Miami untuk meraih gelar Juris Doctor (JD).
Guinness World Records menyebut Thomas masih mengajar secara daring. Ia dijadwalkan menyelesaikan pendidikan hukumnya pada 2028.