Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). IHSG sesi pertama menguat setelah rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 dan mayoritas sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup melonjak 0,69% ke 6.363,01 pada perdagangan sesi pertama. Indeks LQ45 menguat 0,24% menjadi 636,75. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.367,82 dan level terendah 6.316,10. Sebanyak 436 saham menguat sehingga tahan IHSG. 179 saham melemah dan 172 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.351.818 kali dengan volume perdagangan saham 20,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.913.
Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah yakni sektor saham keuangan turun 0,05% dan sektor saham infrastruktur bergerak di zona merah. Sementara itu, sektor saham basic menanjak 2,34%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham kesehatan melompat 1,94%, sektor saham properti mendaki 1,84% dan sektor saham teknologi mendaki 1,8%.
Selain itu, sektor saham energi menguat 1,15%, sektor saham industri menanjak 0,44%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 1,28%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,15%. Lalu sektor saham transportasi mendaki 0,97%.
Harga saham UVCR ditutup naik 1,96% ke posisi Rp 156 per saham. Harga saham UVCR dibuka menguat satu poin menjadi Rp 154 per saham. Saham UVCR berada di level tertinggi Rp 157 dan terendah Rp 150 per saham. Total frekuensi perdagangan 924 kali dengan volume perdagangan saham 333.488 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,1 miliar.
Gerak Saham
Harga saham NANO ditutup menguat 3,57% menjadi Rp 29 per saham. Saham NANO dibuka stagnan di Rp 28 per saham. Harga saham NANO berada di level tertinggi Rp 29 dan terendah Rp 28 per saham. Total frekuensi perdagangan 487 kali dengan volume perdagangan saham 85.885 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 241,4 juta.
Harga saham TOTL ditutup menguat 2,55% menjadi Rp 1.205 per saham. Harga saham TOTL dibuka stagnan di posisi Rp 1.175 per saham. Saham TOTL berada di level tertinggi Rp 1.215 dan terendah Rp 1.175 per saham. Total frekuensi perdagangan 877 kali dengan volume perdagangan saham 33.166 saham. Nilai transaksi harian Rp 4 miliar.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sedikit lebih rendah dari periode sama sebelumnya.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menuturkan, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan.
Edy mencatat nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year on year (yoy) tumbuh 5,29% ," ujar Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).
Angka tersebut sedikit lebih rendah dari capaian pertumbuhan ekonomi tahunan pada kuartal I-2026. Kala itu, ekonomi RI tumbuh 5,61%.
Namun, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 jika dibandingkan dengan triwulan I-2026 atau secara quartal to quartal (q to q) tumbuh sebesar 3,73%. Lalu, bila dibansingkan dengan semester I-2026 atau secara c-to-c, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45%.