Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. Seusai duel, evaluasi menyorot tiga nama di lini belakang yang tampil di bawah standar.
Vietnam mengamankan dua gol cepat saat laga belum genap 15 menit. Nguyen Van Vi membuka keunggulan pada menit ke-6, disusul sepakan Nguyen Hai Long pada menit ke-15. Di babak kedua, The Golden Star menambah skor melalui lesakan Nguyen Xuan Son pada menit ke-71.
Advertisement
Sorotan utama mengarah kepada Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, dan Jordi Amat yang dinilai gagal meredam tekanan lawan. Ulasan performa para pemain tersebut dilansir dari Bola.com.
1. Nadeo Argawinata Tertekan Sejak Menit Awal
Nama Nadeo langsung menjadi sorotan karena harus memungut bola dari gawangnya di awal pertandingan. Dua kebobolan cepat membuat Indonesia tertinggal sejak dini dan mengubah arah laga.
Polanya pun serupa: eksekusi pemain Vietnam mengarah ke tiang dekat dan berbuah gol. Kiper Indonesia gagal menutup ruang pada sisi tersebut, sehingga penyelesaian lawan menjadi efektif.
Di luar momen kebobolan, kiper 29 tahun ini beberapa kali terburu-buru melepas umpan dari belakang. Distribusi yang kurang tenang membuat momentum Indonesia hilang dan bahkan memunculkan situasi berbahaya bagi pertahanan sendiri.
2. Rizky Ridho dan Titik Lemah di Sisi Kanan
Rizky Ridho, kapten Timnas Indonesia, mendapat sorotan karena area kanan pertahanan yang ia jaga kerap dieksploitasi. Dari wilayah itulah Vietnam berkali-kali menemukan ruang serang.
Gol pembuka berawal dari error leading to goal yang ia buat. Kesalahan tersebut memberi celah krusial bagi lawan untuk memecah kebuntuan lebih awal.
Saat membantu serangan, Ridho meninggalkan sektor kanan hingga menjadi pintu terjadinya gol berikutnya. Bek Persija Jakarta ini sebenarnya memiliki beberapa aspek penampilan yang impresif, namun dua kesalahan fatal menutupi sisi positif tersebut.
3. Jordi Amat Kehilangan Posisi di Momen Krusial
Jordi Amat, partner Ridho di jantung pertahanan, juga menuai kritik atas performanya. Bek Persija Jakarta ini terlihat kesulitan mengantisipasi kecepatan para pemain Vietnam sepanjang laga.
Dua gol awal menggambarkan kegagalannya melakukan cover di area-area krusial yang bisa dimanfaatkan lawan. Keterlambatan membaca pergerakan membuat ruang terbuka di depan gawang.
Pada gol ketiga, posisinya tidak ideal sehingga Nguyen Xuan Son berdiri bebas tanpa pengawalan dan dapat menembus kotak penalti Indonesia.