Cerita Pilu Gempa Jepang, 2 Pekerja Tewas demi Jalankan Perintah Bos

Dua pekerja di pusat perbelanjaan tewas saat gempa Jepang demi mengamankan uang.

oleh Septian DenyDiterbitkan 03 Agustus 2026, 21:00 WIB
Gambar udara ini menunjukkan AEON Mall yang rusak akibat gempa bumi di Kashima, prefektur Kumamoto, Jepang selatan. (Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Dua pekerja yang tewas dalam ledakan di sebuah pusat perbelanjaan setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Jepang pekan lalu ternyata sempat diminta atasannya kembali masuk ke dalam gedung untuk mengamankan uang.

Dikutip dari BBC, Senin (3/8/2026), perusahaan tempat mereka bekerja, toko perlengkapan rumah tangga Habita, telah menyampaikan permintaan maaf atas "hilangnya dua nyawa yang berharga".

Kedua korban merupakan bagian dari 38 orang yang meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada 28 Juli. Tujuh dari total korban tewas berasal dari Aeon Mall.

Direktur Penjualan Habita, Goji Yuse, mengakui keputusan yang diambil saat itu tidak tepat.

"Instruksi yang diberikan saat itu tidak tepat, dan saya sungguh menyesalinya," ujarnya, seperti dikutip NHK.

Salah satu korban diketahui bernama Kurumi Otake, perempuan berusia 22 tahun. Sementara identitas pekerja lainnya belum dipublikasikan.

Keluarga Otake mengungkapkan kepada media lokal bahwa setelah gempa terjadi, ia sempat bertemu dengan salah satu kerabatnya di luar Aeon Mall.

Saat itu, Otake mengatakan bahwa dirinya harus kembali masuk ke dalam gedung karena diminta perusahaan untuk memindahkan uang dari mesin kasir ke brankas.

Keterangan tersebut kemudian dibenarkan oleh dua perwakilan Habita yang menghadiri upacara penghormatan terakhir untuk Otake pada Minggu. Dalam kesempatan itu, mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

 

Langkah Perusahaan

Pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah barat daya Jepang. (Dok. Kyodo News via AP)

Menurut laporan NHK, perusahaan kini sedang mempertimbangkan langkah yang akan diambil terkait insiden tersebut.

"Kalau dipikirkan sekarang, itu tidak sebanding dengan nyawa seseorang," kata Goji Yuse kepada wartawan, seperti dilaporkan Kyodo.

Kerabat Otake menggambarkannya sebagai sosok yang memiliki "rasa keadilan yang kuat". Sejak ayahnya meninggal tiga tahun lalu, ia turut membantu menopang kehidupan ibunya.

"Kalau saja saat itu dia tidak kembali masuk ke dalam toko, Kurumi masih akan bersama keluarganya hari ini," ujar kerabat tersebut, seperti dikutip Asahi Shimbun.

Sesaat setelah gempa mengguncang, sebagian besar pengunjung dan pekerja telah dievakuasi dari Aeon Mall. Namun, sekitar satu jam kemudian, ketika masih ada sejumlah karyawan di dalam gedung, sebuah ledakan besar terjadi dan menghantam pusat perbelanjaan tersebut.

"Anak saya tidak akan kembali lagi," kata ibu Otake, sebagaimana dikutip media lokal.

Habita merupakan perusahaan yang didirikan pada 1976 dan mengoperasikan lebih dari 10 toko di sejumlah prefektur di Jepang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya