Bank BSN Salurkan KPR Subsidi Rp 850 Miliar untuk 5.100 Nasabah

Bank BSN menggelar akad massal yang menunjukkan langkah memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 30 Juli 2026, 21:48 WIB
PT Bank Syariah Nasional (BSN) berkomitmen untuk tetap memberikan layanan kepada masyarakat pada saat libur panjang lebaran. (Dok. BSN)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menegaskan komitmen mendukung program perumahan nasional dengan menyalurkan pembiayaan KPR subsidi kepada sekitar 5.100 nasabah senilai Rp 850 miliar.

Bank BSN melaksanakan akad massal melalui 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang Pembantu di seluruh Indonesia. Tiga cabang utama, yakni Banda Aceh, Malang, dan Solo, juga terhubung secara daring dengan pusat acara yang dihadiri Presiden RI, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, perbankan, pengembang, serta masyarakat penerima manfaat.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan pelaksanaan akad massal tersebut mencerminkan upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui pembiayaan syariah.

“Pelaksanaan akad ini merupakan momentum yang sangat besar. Angka tersebut bukan sekadar jumlah unit rumah, melainkan menggambarkan keluarga Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih aman, layak, dan sejahtera,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).

Alex menambahkan pembiayaan KPR subsidi Bank BSN terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pekerja formal, pekerja informal, hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Menurut dia, kesempatan memiliki rumah harus dapat diakses tanpa memandang profesi.

Dalam kegiatan tersebut, Bank BSN menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada Jofan Firdaus, mitra pengemudi ojek online, serta menghadirkan Tsara Nafisa, pedagang kelontong asal Banda Aceh, yang berdialog secara daring dengan Presiden RI sebagai representasi penerima manfaat pembiayaan inklusif.

Hingga Juli 2026, Bank BSN telah menyalurkan sekitar 33.000 unit KPR subsidi. Perseroan menargetkan realisasi pembiayaan mencapai 69.636 unit hingga akhir 2026, meningkat dibandingkan realisasi 59.463 unit pada 2025.

Bank BSN juga menguasai sekitar 24% pangsa pasar penyaluran KPR subsidi nasional. Capaian tersebut didukung kolaborasi dengan lebih dari 4.000 pengembang dan lebih dari 3.000 notaris di berbagai daerah.

“Saat ini BSN memegang market share sekitar 24 persen dalam penyaluran KPR subsidi. Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memperluas akses pembiayaan rumah, memperbaiki kualitas layanan, serta memastikan proses kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

BSN Bidik Pembiayaan Perumahan 73.700 Unit pada 2026

Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin sinergi strategis dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI)

Sebelumnya, Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin sinergi strategis dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat ekosistem perumahan berbasis syariah di Indonesia.

Langkah ini mempertegas posisi BSN sebagai pemain utama industri setelah resmi beroperasi sebagai bank syariah terbesar kedua di Tanah Air dengan aset mencapai Rp72,9 triliun pada akhir 2025.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor mengatakan kolaborasi ini memiliki cakupan luas, mulai dari pengelolaan dana lewat BSN Cash Management System hingga fasilitas pembiayaan khusus seperti BSN Yasa Griya dan pembiayaan pemilikan lahan bagi pengembang.

"Kerja sama ini menjadi awal silaturahmi yang baik bagi BSN dan APSI. Kami ingin memperkenalkan bagaimana BSN dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem properti melalui layanan perbankan yang kredibel, termasuk penyediaan KPR subsidi dan komersil, cicilan emas, hingga produk pembiayaan multimanfaat bagi anggota APSI," kata Alex disela penandatangan Nota Kesepahaman Penyediaan Fasilitas Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Tata Kelola Pembiyaan Properti Syariah di Jakarta, Kamis (18/3/2026).

Alex menambahkan, BSN mematok target agresif pada tahun ini dengan merealisasikan pembiayaan perumahan sebanyak 73.700 unit pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan capaian 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.

Strategi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah yang mencanangkan pembangunan Tiga Juta Rumah.

Hingga saat ini, portofolio pembiayaan konsumen BSN masih didominasi oleh KPR Subsidi sebesar 63 persen, diikuti KPR Non-Subsidi 31 persen, dan pembiayaan non-mortgage 2 persen. Untuk mempermudah akses, BSN mengandalkan transformasi digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN.

"Sejak diluncurkan awal Februari 2026, aplikasi ini telah menarik 138.524 pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,96 triliun per 16 Maret 2026. Kami ingin memastikan ekosistem properti syariah hadir dalam genggaman nasabah secara transparan dan efisien," imbuh Alex.

 

Ekosistem Properti Syariah Nasional

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI), Muhammad Abubakar, menyambut positif langkah BSN yang dinilainya akan menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem properti syariah nasional.

"Bagi kami APSI, properti adalah pilihan profesi, tapi syariah bukanlah pilihan karena syariah adalah sebuah kewajiban. Bagi kami BSN bukanlah yang pertama, tapi ke depan kami ingin BSN menjadi pilihan utama," tegasnya.

Ditambahkan, APSI berharap BSN menjadi motor penggerak ekosistem, terutama di properti syariah.

"MoU ini adalah pembuka jalan bagi kita untuk bahu-membahu mengembangkan ekonomi syariah yang inklusif, tidak hanya untuk anggota APSI, tetapi juga bagi asosiasi lain yang memiliki komitmen pada prinsip syariah," ujarnya Abubakar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya