AI Bakal Rombak Cara Belajar, Rektor IMDE Minta Perguruan Tinggi Berbenah

Keberadaan AI niscaya akan merombak cara kita belajar dan mencari ilmu.

oleh SupriatinDiterbitkan 30 Juli 2026, 09:08 WIB
Puncak peringatan 5th Anniversary ICE Institute bertema "From Growth to Influence: Shaping the Future of Digital Education". (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto mengatakan, perguruan tinggi perlu menjadikan perkembangan teknologi sebagai momentum untuk bertransformasi, baik dalam proses pembelajaran maupun riset.

Menurut dia, peringatan ulang tahun ke-5 Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) menjadi titik refleksi bagi Universitas Terbuka (UT) dan perguruan tinggi anggota konsorsium, termasuk IMDE, untuk memperkuat peran pendidikan digital.

"Keberadaan AI niscaya akan merombak cara kita belajar dan mencari ilmu. Kita semua harus berbenah untuk menjadi semakin baik dalam menyiapkan anak-anak kita menghadapi dunia VUCA di masa depan,” ujar Totok.

Pernyataan tersebut disampaikan Totok dalam puncak peringatan 5th Anniversary ICE Institute bertema "From Growth to Influence: Shaping the Future of Digital Education" yang digelar melalui High-Level Strategic Talk Show bertajuk "ICE Institute at 5: From Innovation to Transformative Impact" di Grand Ballroom Startup Center Building, IPB Science Techno Park (STP IPB), Kampus IPB Taman Kencana, Bogor, Selasa (28/7/2026).

Menurut Totok, perkembangan teknologi pembelajaran yang semakin pesat sejak pandemi Covid-19 seharusnya dimanfaatkan untuk memperkaya proses perkuliahan, riset, serta meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, organisasi internasional, akademisi, mahasiswa, alumni, hingga komunitas pembelajar dari dalam dan luar negeri.

Sejumlah pembicara hadir dalam diskusi tersebut, antara lain Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Terbuka Prof. Ainun Na'im, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Prof. Deni Noviana, Educational Psychology & Digital Learning Specialist Universitas Indonesia F.A. Triatmoko HS, serta mahasiswa Universitas Pradita Felix Fernando sebagai representasi generasi pembelajar digital.

Selain menjadi ruang dialog strategis, peringatan lima tahun ICE Institute juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama mitra strategis, peluncuran buku, pengumuman pilot project, serta penganugerahan ICE Institute Awards kepada berbagai mitra yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi digital.

Bangun Ekosistem Pembelajaran Digital

Selama lima tahun terakhir, ICE Institute terus mengembangkan ekosistem pembelajaran digital dengan mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra internasional dalam satu platform kolaboratif. Model tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Hingga memasuki usia lima tahun, ICE Institute telah menjalin kemitraan dengan 49 perguruan tinggi dan institusi. Platform ini juga menyediakan 885 kursus daring nasional dan membuka akses terhadap lebih dari 16.000 kursus daring internasional.

Bersama perguruan tinggi mitra, ICE Institute telah mengembangkan 401 mata kuliah daring yang didukung oleh 956 pengembang konten. Seluruh layanan tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 50.925 pembelajar dari Indonesia maupun mancanegara.

ICE Institute sendiri resmi diluncurkan pada 28 Juli 2021 sebagai national online learning marketplace. Sejak itu, lembaga tersebut terus mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari micro-credentials, pengakuan kredit pembelajaran (credit recognition), hingga memperluas kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Memasuki lima tahun perjalanannya, ICE Institute menargetkan perluasan kolaborasi lintas sektor, menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel dan berkualitas. Dengan kolaborasi tersebut, ICE Institute diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan tinggi digital Indonesia hingga tingkat global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya