10 Perusahaan Aset Terbesar di Dunia

Berbeda dari raksasa teknologi, sektor perbankan kuasai daftar aset terbesar dunia versi Forbes.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 30 Juli 2026, 08:00 WIB
ICBC. Foto:AFP

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahunnya, daftar Forbes Global 2000 selalu jadi acuan utama untuk melihat siapa saja raksasa bisnis dunia. Biasanya, peringkat ini disusun berdasarkan kombinasi empat hal, yaitu penjualan (sales), laba bersih (profit), aset (assets), dan nilai pasar (market value).

Jika melihat satu indikator saja, seperti aset, hasilnya ternyata sangat berbeda dibandingkan saat melihat dari kacamata nilai pasar atau laba.

Aset sendiri mencerminkan total kekayaan, portofolio pinjaman, hingga cadangan kas yang dikelola oleh sebuah perusahaan. Di kategori ini, bank dan lembaga keuangan benar-benar jadi rajanya.

Berbeda dengan perusahaan teknologi yang bisa beroperasi dengan aset fisik minim (asset-light), sektor keuangan jelas butuh modal dan neraca keuangan yang super jumbo untuk memutar uang dan operasional pembiayaan di seluruh dunia.

Berikut data perusahaan dengan aset terbesar di dunia versi Forbes tahun 2026, dikutip dari lama resmi Forbes, Kamis (30/7/2026).

Daftar Perusahaan Aset Terbesar

Bank HSBC ikut berpartisipasi di acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2015 di JCC, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut ini adalah daftar 10 perusahaan global dengan aset terbesar versi Forbes per 10 Juli 2026:

  1. ICBC (China - Sektor Perbankan): US$ 8,07 triliun atau sekitar Rp 145 kuadriliiun
  2. Agricultural Bank of China (China - Sektor Perbankan): US$ 7,39 triliun atau sekitar Rp 133 kuadriliiun
  3. China Construction Bank (China - Sektor Perbankan): US$ 6,82 triliun atau sekitar Rp 123 kuadriliiun
  4. Bank of China (China - Sektor Perbankan): US$ 5,73 triliun atau sekitar Rp 103 kuadriliiun
  5. J.P. Morgan Chase (Amerika Serikat - Sektor Perbankan): US$ 4,90 triliun atau sekitar Rp 88,5 kuadriliiun
  6. Fannie Mae (Amerika Serikat - Layanan & Pasokan Bisnis): US$ 4,31 triliun atau sekitar Rp 77,8 kuadriliiun
  7. Freddie Mac (Amerika Serikat - Layanan & Pasokan Bisnis): US$ 3,51 triliun atau sekitar Rp 63,4 kuadriliiun
  8. Bank of America (Amerika Serikat - Sektor Perbankan): US$ 3,50 triliun atau sekitar Rp 63,2 kuadriliiun
  9. HSBC Holdings (Inggris - Sektor Perbankan): US$ 3,31 triliun atau sekitar Rp 59,8 kuadriliiun
  10. BNP Paribas (Prancis - Sektor Perbankan): US$ 3,28 triliun atau sekitar Rp 59,2 kuadriliiun

Diborong Bank Milik China

Kalau diperhatikan, empat posisi teratas di daftar ini diborong habis oleh bank-bank milik negara China, yaitu ICBC, Agricultural Bank of China, China Construction Bank, dan Bank of China.

ICBC duduk nyaman di posisi puncak dengan aset fantastis mencapai US$ 8,07 triliun. Angka masif ini bisa tercapai berkat peran vital perbankan Tiongkok dalam menyalurkan kredit pembangunan infrastruktur, pembiayaan korporasi dalam negeri, ditambah besarnya tabungan masyarakat Tiongkok.

Sementara itu, Amerika Serikat menyumbang empat wakilnya di jajaran 10 besar. Dua di antaranya dipimpin oleh raksasa perbankan, yakni J.P. Morgan Chase (US$ 4,90 triliun) dan Bank of America (US$ 3,50 triliun).

Menariknya, selain bank, ada nama Fannie Mae (US$ 4,31 triliun) dan Freddie Mac (US$ 3,51 triliun) dari AS. Kehadiran keduanya membuktikan betapa raksasanya pasar pembiayaan perumahan (mortgage) di Negeri Paman Sam tersebut, mengingat dua lembaga ini bertugas mengelola dan menjamin kredit rumah bernilai triliunan dolar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya