Lebih dari 90 Persen Pemasok MIND ID dari Dalam Negeri

MIND ID mempertahankan lebih dari 90 persen pemasok lokal dan domestik untuk memperkuat TKDN dan mendorong perekonomian nasional.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 Juli 2026, 14:00 WIB
MIND ID melibatkan lebih dari 90 persen pemasok lokal dan domestik untuk memperkuat rantai pasok. (Dok MIND ID)

Liputan6.com, Jakarta - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mempertahankan porsi pemasok lokal dan domestik di atas 90 persen dari total pemasok di seluruh grup. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok dalam negeri sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah sekitar wilayah operasi.

Keterlibatan pemasok dalam negeri juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri nasional dan mendorong kedaulatan ekonomi.

Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi mengatakan, perseroan tidak hanya mengejar peningkatan kinerja operasional dan bisnis. Sebagai holding industri pertambangan BUMN, MIND ID juga berupaya menjalankan perannya dalam pembangunan ekonomi nasional dengan melibatkan pelaku usaha dalam negeri.

"Dari sisi rantai pasok dan aspek sosial, kami melihat keterlibatan pemasok lokal dan domestik sangat penting. TKDN menjadi salah satu ukuran pencapaian operasi dan bisnis kami," katanya.

MIND ID pun terus memantau komposisi pemasok untuk menjaga porsi pelaku usaha lokal dan domestik tetap berada di atas 90 persen.

 

Perkuat Perekonomian Daerah

Alat berat milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Pertambangan MIND ID. Dok PTBA

Keterlibatan pemasok lokal dan domestik dilakukan pada berbagai tahapan bisnis MIND ID, mulai dari eksplorasi hingga pemasaran produk.

Pelaku usaha dalam negeri terlibat dalam penyediaan bahan bakar, alat berat, suku cadang, layanan kontraktor hingga kegiatan distribusi. Strategi ini diharapkan memperkuat perekonomian daerah sekaligus mengurangi risiko gangguan rantai pasok dan meningkatkan efektivitas operasional.

Penguatan rantai pasok domestik tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri serta mendorong hilirisasi mineral.

Dengan semakin besarnya keterlibatan pelaku usaha domestik, kapasitas industri nasional diharapkan meningkat. Dampaknya juga dapat menjangkau penciptaan lapangan kerja serta memperbesar efek berganda kegiatan pertambangan terhadap perekonomian.

"Sebagai BUMN, kami adalah agent of development sehingga dampak ekonomi menjadi sangat penting. Kami mendukung program pemerintah untuk mendorong kedaulatan ekonomi nasional," kata Binahidra.

MIND ID menempatkan keterlibatan pemasok dalam negeri sebagai bagian dari upaya agar aktivitas bisnis pertambangan turut memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan industri nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya