Lingkarmulia Indah Beli Saham TOWR Rp 103,50 Miliar

PT Lingkarmulia Indah kini mengenggam 5,3% saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) setelah aksi beli saham TOWR.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Juli 2026, 18:37 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yakni PT Lingkarmulia Indah meningkatkan kepemilikan saham TOWR pada awal Juni 2026. Tujuan pembelian saham untuk diversifikasi investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (27/7/2026), Lingkarmulia Indah membeli 300 juta saham TOWR dengan harga Rp 345 per saham pada 3 Juni 2026. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham TOWR itu mencapai Rp 103,50 miliar.

“Tujuan transaksi diversifikasi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham TOWR, Lingkarmulia Indah memiliki 3,15 miliar saham TOWR atau setara 5,33%. Sebelumnya, Lingkarmulia Indah mengenggam 2,85 miliar saham TOWR atau setara 4,83%. Adapun Lingkarmulia bukan pengendali dari saham TOWR.

Berdasarkan data RTI, harga saham TOWR ditutup naik 1% menjadi Rp 406 per saham. Harga saham TOWR dibuka stagnan di Rp 402 per saham. Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 406 dan terendah Rp 396 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.030 kali dengan volume perdagangan saham 391.596 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,7 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,17% menjadi 6.185,78. Indeks LQ45 terpangkas 0,36% menjadi 612,55. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.219,41 dan level terendah 6.144,27. Sebanyak 341 saham melemah sehingga bebani IHSG. 307 saham menguat dan 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.818.406 kali dengan volume perdagangan saham 27,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,2 triliun.

Anak Usaha TOWR Raih Pinjaman Baru Rp 1 Triliun dari Bank DBS

Anak usaha emiten menara PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte)

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui entitas anaknya menandatangani fasilitas pinjaman bergulir (uncommitted revolving loan) senilai Rp 1 triliun dengan PT Bank DBS Indonesia.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026), fasilitas pinjaman tersebut diteken oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) bersama PT Bank DBS Indonesia pada 22 Mei 2026.

Manajemen TOWR menjelaskan, fasilitas pinjaman itu memiliki tenor 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit.

“Tujuan pinjaman untuk keperluan korporasi umum Protelindo dan Iforte, termasuk pembiayaan kembali utang-utang,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi tersebut.

Selain itu, Protelindo dan Iforte disebut bertanggung jawab secara tanggung renteng atas seluruh kewajiban yang timbul berdasarkan perjanjian kredit tersebut. Fasilitas pinjaman ini juga tunduk pada hukum Indonesia.

Manajemen menegaskan, penandatanganan perjanjian kredit tersebut tidak memberikan dampak merugikan yang material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

TOWR juga menyebut transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena dilakukan antar perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki setidaknya 99 persen oleh perusahaan terbuka serta terkait fasilitas pinjaman langsung dari bank. Namun, transaksi ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan maupun transaksi material sesuai regulasi OJK yang berlaku.

 

TOWR Raup Pendapatan Rp 13,32 Triliun pada 2025

Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Protelindo bergerak dalam bidang penyewaan tower, fiber optic dan jasa connectivity, (Foto: tangkapan layar/Protelindo)

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/3/2026), PT Sarana Menara Nusantara Tbk meraup pendapatan Rp 13,32 triliun pada 2025. Pendapatan naik 4,64% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,73 triliun.

Perseroan mencatat beban pokok pendapatan Rp 4,18 triliun pada 2025, naik 4,8% dari 2024 sebesar Rp 3,99 triliun. Laba bruto menguat 4,57% menjadi Rp 9,13 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 8,73 triliun.

Beban penjualan dan pemasaran naik 5,13% menjadi Rp 328,89 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 312,84 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah 10,82% menjadi Rp 913,43 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 824,23 miliar. Beban usaha lainnya naik 18,72% dari Rp 336,49 miliar pada 2024 menjadi Rp 399,49 miliar

Laba usaha menguat 3,18% dari Rp 7,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 7,49 triliun pada 2025. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10,27% menjadi Rp 3,67 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,33 triliun.

Seiring hal itu, laba per saham dasar dan dilusi tercatat naik menjadi Rp 69 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 67.

Ekuitas perseroan naik 41,28% dari Rp 19,16 triliun pada 2024 menjadi Rp 27,08 triliun pada 2025. Total liabilitas turun 14,4% menjadi Rp  50,18 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58,65 triliun. Aset perseroan turun tipis 0,71% menjadi Rp 77,26 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 77,8 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya