Permintaan Mobil Listrik Meningkat, BYD Rekrut Lebih dari 9.000 Karyawan Baru

BYD mempercepat ekspansi global dengan membuka ribuan lowongan kerja setelah penjualan luar negeri melonjak sepanjang 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 Juli 2026, 15:12 WIB
Pabrik BYD di China (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, membuka lebih dari 9.000 lowongan kerja di basis industri perusahaan yang berada di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan (Shenzhen-Shantou). Rekrutmen besar-besaran ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan permintaan kendaraan listrik dari pasar global.

Mengutip Carnewschina, Sabtu (25/7/2026), BYD membuka berbagai posisi di pabrik komponen Ebu dan fasilitas produksi kendaraan Xiaomo. Lowongan tersebut mencakup berbagai jenjang, mulai dari operator produksi, tenaga teknis, petugas inspeksi kualitas, hingga posisi manajemen.

Langkah ekspansi ini dilakukan setelah kinerja penjualan internasional BYD menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, penjualan perusahaan masih mengalami penurunan secara tahunan selama delapan bulan berturut-turut. Namun, peningkatan permintaan dari luar negeri berhasil menghentikan tren tersebut pada Mei.

Pada Juni 2026, penjualan BYD tumbuh 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, penjualan mobil penumpang dan pikap BYD di pasar internasional mencapai 1,05 juta unit, melonjak 145% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada semester I 2026, penjualan luar negeri BYD mencapai sekitar 789.400 unit, meningkat 70% secara tahunan. Perusahaan menargetkan total penjualan internasional menembus 1,5 juta unit hingga akhir tahun ini.

 

 

Gaji Kompetitif

Melihat Langsung Pabrik Baterai Lithium LFP Milik BYD di China (Arief A/Liputan6.com)

Rekrutmen yang dilakukan BYD mencakup sejumlah divisi di kawasan industri Shenshan.

Divisi ke-11 yang beroperasi di kawasan Xiaomo membuka sekitar 4.800 posisi, antara lain untuk pekerja pelat logam, teknisi pelapis interior kendaraan, dan staf gudang.

Sementara itu, Divisi ke-15 di Xiaomo membutuhkan 1.200 karyawan untuk mengisi posisi operator perakitan, teknisi pengelasan, hingga teknisi foaming. Adapun Divisi ke-15 di kawasan Ebu membuka 2.000 lowongan bagi operator, penyetel mesin, dan tenaga las.

Untuk menarik tenaga kerja, BYD menawarkan gaji yang kompetitif. Operator umum memperoleh gaji mulai 5.000 yuan atau sekitar Rp 13,24 juta per bulan. Sementara itu, tenaga teknis seperti juru las dan teknisi listrik dapat menerima hingga 10.000 yuan atau sekitar Rp 26,48 juta per bulan.

Bagi teknisi senior dan desainer cetakan (mould designer), perusahaan menawarkan gaji antara 15.000 yuan hingga 20.000 yuan, setara sekitar Rp 39,72 juta hingga Rp 52,96 juta per bulan.

Kawasan Industri Otomotif BYD Shenshan merupakan salah satu fasilitas produksi terbesar perusahaan yang memproduksi model-model populer seperti Fang Cheng Bao Tai 7 (FCB Ti7), Song Plus, dan Song Pro untuk pasar ekspor.

 

Ekspansi Global

Ekspansi perekrutan ini juga sejalan dengan strategi global BYD untuk memperluas kapasitas produksi di berbagai negara.

Di Brasil, pabrik BYD baru saja merayakan produksi kendaraan energi baru ke-100.000 dengan jumlah tenaga kerja yang kini telah melampaui 5.500 orang. Sementara itu, di Hungaria, pembangunan pabrik mobil penumpang pertama BYD di Eropa masih terus berlangsung.

Adapun di Thailand, pabrik Rayong yang menjadi basis produksi mobil penumpang pertama BYD di luar negeri telah memproduksi lima model, yakni BYD Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.

Data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menunjukkan ekspor kendaraan China terus mencatatkan pertumbuhan pesat. Pada Juni 2026 saja, ekspor kendaraan telah melampaui 1 juta unit. Sementara sepanjang semester I 2026, ekspor mencapai lebih dari 5 juta unit, meningkat 65,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah produsen otomotif yang menjadi kontributor utama ekspor kendaraan China antara lain Chery, BYD, SAIC, Geely, dan Changan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya