Harga Saham BUMI Melonjak 13%, Ini Kata Analis

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bertahan di zona hijau pada awal sesi kedua perdagangan saham, Kamis, (23/7/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 Juli 2026, 14:11 WIB
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melanjutkan kenaikan pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (23/7/2026). Kenaikan harga saham BUMI di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengutip data RTI, saat dipantau pada pukul 13.56 WIB, pada sesi kedua perdagangan, harga saham BUMI menguat 13,10% menjadi Rp 190 per saham. Harga saham BUMI dibuka naik satu poin menjadi Rp 169 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 196 dan terendah Rp 169 per saham. Total frekuensi perdagangan 138.340 kali dengan volume perdagangan saham 80.792.640 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun. Sementara itu, IHSG 1,18% ke 6.409 pada sesi kedua perdagangan saham.

Pada sesi pertama, harga saham BUMI ditutup naik 15,48% menjadi Rp 194 per saham. Harga saham BUMI dibuka menguat satu poin menjadi Rp 169 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 196 dan terendah Rp 169 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 110.073 kali dengan volume perdagangan saham 67.899.824 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, kenaikan harga saham BUMI didorong sentimen kehadiran Salim Group memberikan jangkar kredibilitas yang kuat, memulihkan tata kelola perusahaan (corporate governance), serta membuka akses jaringan bisnis dan pembiayaan yang jauh lebih luas.

"Sementara itu, BUMI tetap memegang takhta sebagai produsen batu bara terbesar di Indonesia melalui anak usahanya, Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

 

Struktur Modal

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia mengatakan, skala ekonomi (economies of scale) yang masif ini membuat biaya produksi per ton (cash cost) perseroan  relatif kompetitif di industri. Di sisi lain, Nafan menilai, berkat penyelesaian utang melalui skema private placement jumbo di masa lalu, beban bunga pinjaman BUMI telah terpangkas secara drastis.

“Struktur permodalan yang jauh lebih sehat ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengalokasikan arus kas operasionalnya demi ekspansi atau hilirisasi, bukan lagi habis terkuras hanya untuk membayar bunga utang restrukturisasi,” kata dia.

Harga saham BUMI masih dalam rekomendasi saham Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman pada Kamis, 23 Juli 2026. Berikut trading dari saham BUMI hari ni:

BUMI Spec Buy dengan area beli di 167-168, cutloss di bawah 165. Target dekat di 171-174.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya