Pelatihan Komposter Dorong Warga Grogol Selatan Kelola Sampah Mandiri

Pelatihan Komposter mendorong warga mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

oleh Nurul HudaDiterbitkan 27 Juli 2026, 20:27 WIB
Warga mengikuti pelatihan membuat komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos di Grogol Selatan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Camat Kebayoran Lama, Santoso Teguh Iman mengatakan pelatihan Komposter diberikan kepada warga Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos kaya nutrisi bagi tanaman.

“Rencananya, sebanyak 350 Kader Dasawisma akan memiliki lubang biopori atau komposter di rumah masing-masing. Ini adalah langkah awal yang diharapkan dapat memotivasi warga di sekitar untuk menerapkan hal serupa,” kata Santoso, melansir Antara, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Santoso, edukasi pembuatan komposter bagi kader dasawisma ini dipusatkan di Kebun Keyla 5, Grogol Selatan, Kebayoran Lama.

Komposter sendiri adalah wadah daur ulang sampah organik untuk menghasilkan pupuk kompos bernutrisi tinggi bagi tanaman.

Pelatihan Dukung Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber

Langkah ini dilakukan guna mendukung gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

“Saya kira kendala utama bukan hanya pada ketersediaan sarana dan prasarana dan lahan saja, melainkan upaya kita untuk melakukan revolusi budaya kebiasaan, yang tadinya buang sembarangan saja, sekarang harus lebih teratur,” ujarnya.

Lurah Grogol Selatan, Ahmed Garibaldi, menjelaskan bahwa saat ini wilayahnya telah memiliki empat teba modern, 29 lubang biopori jumbo, dan 40 komposter.

“Nantinya jumlah tersebut akan bertambah, karena proses pembuatan terus berlanjut,” ucapnya.

Warga Sambut Positif Program Komposter

Salah seorang warga RT 011 RW 010 Grogol Selatan, Sri Agus, mengapresiasi dilaksanakannya sosialisasi pembuatan komposter tersebut.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih paham mengenai tata cara memilah sampah yang dapat diolah menjadi pupuk,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya