Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Asia Pasifik pada Rabu, (22/7/2026). Di bursa saham Asia, indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan di kawasan ini.
Indeks Kospi melesat lebih dari 5%. Sementara itu, indeks Kosdaq menguat 2%. Indeks Nikkei 225 di Jepang bertambah 0,34%. Indeks Topix sedikit berubah. Indeks acuan Australia ASX 200 naik 0,12%. Demikian mengutip CNBC Rabu pekan ini.
Advertisement
Sementara itu, kontrak berjangka saham sedikit berubah pada perdagangan Selasa malam waktu setempat. Investor menantikan laporan keuangan perusahaan. Sejumlah perusahaan teknologi dan industri besar akan melaporkan hasilnya.
Adapun kontrak berjangka terkait Dow Jones turun 16 poin. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq mendatar.
Selain itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street mengakhiri penurunan selama tiga sesi pada Selasa pekan ini. Di sisi lain, produsen chip juga memicu dengan ETF VanEck Semiconductor naik 4% karena investor kembali beralih ke saham-saham terkait kecerdasan buatan.
Investor tetap fokus pada permintaan yang kuat untuk infrastruktur dan perangkat lunak artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan terus berada di valuasi tinggi di seluruh sektor teknologi seiring percepatan musim laporan keuangan.
"Laporan keuangan kuartal kedua sedang meningkat, tetapi sebagian besar perusahaan hyperscaler belum melaporkan, pasar masih menunggu tentang bagaimana investasi AI dimonetisasi dan diterjemahkan ke dalam pengeluaran modal pada masa depan,” ujar Global Market Strategis New York Life Investment Management, Julia Hermann.
Laporan pendapatan kembali menjadi sorotan pada hari Rabu, dengan laporan yang akan dirilis dari ServiceNow, International Business Machines, Tesla, Texas Instruments, Alphabet, dan AT&T. Investor akan mengamati dengan cermat pembaruan tentang pengeluaran AI, permintaan cloud, anggaran teknologi perusahaan, dan prospek untuk paruh kedua tahun ini.
Sementara itu, harga minyak melanjutkan reli baru-baru ini karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan. Minyak mentah Brent naik 2% menjadi US$ 91,01 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 2% menjadi US$ 84,91.
Penutupan IHSG 21 Juli 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Selasa, (21/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,74% menjadi 6.340,02. Indeks saham LQ45 menguat 1,42% menjadi 636,63. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, IHSG telah menguat dalam dua hari ini. Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.340,02 dan level terendah 6.247,35. Sebanyak 421 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 205 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 2.942.060 kali dengan volume perdagangan saham 51,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat lesu terhadap rupiah. Dolar AS menyentuh 17.870.
Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham kesehatan turun 1,33%. Sektor saham energi melambung 3,48%, dan pimpin kenaikan. Sektor saham basic mendaki 2,76%, sektor saham industri bertambah 1,79%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,76%.
Selain itu, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,36%. Kemudian sektor saham keuangan bertambah 0,57%, sektor saham properti melompat 2,34%, sektor saham teknologi mendaki 2,25%, sektor saham infrastruktur menanjak 2,67% dan sektor saham transportasi bertambah 0,72%.