Liputan6.com, Jakarta - Ledakan yang diduga kuat bersumber dari pipa gas tanam memicu bangunan runtuh yang menjebak sejumlah warga, di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026) sore. Basarnas pun menerjunkan tim spesialis dalam operasi penyelamatan tersebut.
Laporan darurat terkait insiden tersebut diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada pukul 18.40 WIB dari Personel Brimob Polda Sumatera Utara.
Advertisement
Tanpa buang waktu, Tim Rescue Basarnas Medan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan spesialis Urban Search and Rescue (USAR) guna menghadapi medan reruntuhan yang kompleks dan berbahaya.
Setibanya di lokasi, sebanyak 15 personel Basarnas Medan langsung berkoordinasi erat dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, serta unsur SAR gabungan lainnya guna melaksanakan asesmen awal.
Guna memaksimalkan efisiensi pencarian di tengah struktur bangunan yang tidak stabil, Tim SAR Gabungan membagi kekuatan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan pembagian tugas spesifik.
Pertama, SRU 1 fokus melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal milik Basarnas Medan guna mendeteksi keberadaan suhu tubuh korban di bawah material bangunan.
Kedua, SRU 2 melaksanakan pencarian dan evakuasi menggunakan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui sektorisasi area serta identifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi.
Ketiga, SRU 3 melakukan pencarian secara cepat pada titik-titik prioritas dengan mengerahkan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju titik yang dicurigai sebagai posisi korban.
Data Korban Sementara
Berdasarkan data sementara dari total tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian, 4 orang selamat, termasuk seorang balita berusia 2 tahun bernama Jeavelin, seorang sopir bernama Hasan, dan seorang kurir.
Kemudian, 1 orang meninggal dunia berhasil ditemukan oleh Tim SAR pada Selasa (21/7/2026) dini hari pukul 02.20 WIB dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara.
Sementara, 2 orang dalam pencarian. Masih diduga berada di bawah reruntuhan dan menjadi fokus utama operasi lanjutan.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel dari berbagai elemen, mulai dari Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Saka SAR, hingga pemerintah setempat.
Dukungan logistik berat turut dikerahkan, seperti Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, crane, alat penerangan, peralatan medis, hingga perlengkapan komunikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC), menegaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada namun tetap menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas tertinggi.
"Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi