Uni Eropa Usul Memperlonggar Batas Emisi Karbon bagi Perusahaan

Negara-negara di Uni Eropa perlu menyepakati proposal mengenai pengurangan batas emisi gas rumah kaca bagi perusahaan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Juli 2026, 20:11 WIB
Ilustrasi bendera Uni Eropa (AFP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Uni Eropa (UE) telah mengumumkan proposal yang akan memperlambat pengurangan batas emisi gas rumah kaca bagi perusahaan. Hal ini sebagai bagian dari perombakan kebijakan iklim besar-besaran.

Mengutip BBC, Sabtu (18/7/2026), reformasi itu akan melonggarkan aturan sistem perdagangan emisi atau emossions trading system (ETS) Uni Eropa untuk memberi perusahaan lebih banyak waktu untuk mengurangi emisi karbon daripada yang direncanakan sebelumnya.

Perubahan itu berarti beberapa industri dapat memperoleh izin emisi hingga 2038, bukan 2034, jika mereka berkomitmen berinvestasi dalam upaya dekarbonisasi.

Proposal itu masih perlu disetujui oleh negara-negara Uni Eropa, dan para pembuat undang-undang. Proses itu diperkirakan memakan waktu satu tahun. “Kami mengadopsi pendekatan yang lebih ramah bisnis, dan boleh saya katakan, lebih cerdas,” ujar EU Climate Commissioner, Wopke Hoekstra.

Komisi Eropa yang mengembangkan undang-undang untuk 27 negara anggota Uni Eropa mengatakan, perubahan itu akan memastikan ETS selaras dengan tujuan Uni Eropa mengurangi emisi karbon 90% pada 2040, dibandingkan dengan tingkat pada 1990.

Sistem Perdagangan Emisi (ETS) yang diperkenalkan pada 2005, adalah alat utama Uni Eropa untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Namun, sistem ini telah menuai kritik dari sejumlah negara anggota, terutama Italia. Negara itu mengecam skema perdagangan itu sebagai pajak de facto yang telah membantu menjaga harga energi tetap tinggi secara artisial.

Di bawah ETS, industri dan pembangkit listrik di Eropa diharuskan untuk membeli atau kuota untuk setiap ton karbondioksida yang mereka emisikan, menciptakan insentif finansial untuk berinvestasi dalam teknologi lebih bersih.

Perusahaan dapat membeli izin tambahan atau memperdagangkannya. Beberapa bisnis diberikan izin secara gratis untuk membantu mereka bersaing dengan perusahaan asing yang tidak membayar biaya karbon.

 

Usulan Komisi Eropa

Ilustrasi bendera Uni Eropa di kantor pusatnya di Brussels (AP Photo)

ETS juga membatasi jumlah izin yang dikeluarkan setiap tahun untuk memastikan emisi berkurang.

Komisi telah mengusulkan untuk memperlambat laju penurunan batas emisi ini setiap tahun menjadi sekitar 3,7% mulai 2031, dan kemudian menjadi 1,7% mulai 2036, turun dari 4,3% saat ini.

Sebagai bagian dari perubahan itu, Uni Eropa juga mengusulkan melanjutkan izin gratis hingga 2038, ketimbang mengakhiri pada 2034, ketika izin itu akan digantikan oleh biaya perbatasan karbon pada impor untuk beberapa sektor.

Komisi juga akan menawarkan 80% izin gratis di muka kepada perusahaan yang berencana untuk berinvestasi dalam dekarbonisasi di Eropa. Perusahaan akan mendapatkan sisa 20% setelah investasi tersebut dilakukan.

 

Mendapat Kritikan

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Iklim Polandia Paulina Hennig-Kloska mengatakan Polandia akan berupaya untuk lebih melunakkan kebijakan itu.

"Untuk pertama kalinya, kita melihat pelunakan sikap daripada penguatannya, ini adalah keberhasilan besar bagi Polandia. Meskipun kami akan berjuang lebih," ujar dia.

Akan tetapi, salah satu anggota Parlemen Eropa dari Jerman Michael Bloss menuturkan, rencana itu akan mengakibatkan polusi iklim yang sangat besar, dan generasi mendatang akan memiliki kualitas hidup lebih buruk sebagai akibatnya.

Suhu global telah meningkat selama seabad terakhir karena aktivitas manusia yang melepaskan emisi gas rumah kaca, tetapi geografi regional membentuk kecepatan pemanasan di berbagai tempat. Eropa mengalami pemanasan yang sangat cepat, Eropa semakin sering terpapar gelombang panas ekstrem lebih kuat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya