BP dan ConocoPhilips Dikabarkan Investasi di Irak

Irak dikabarkan mendekati beberapa perusahaan jasa energi dan industri untuk mengembangkan sumber daya gas alam.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Juli 2026, 19:50 WIB
Seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak. (AP Photo/Leo Correa)

Liputan6.com, Jakarta - BP dan ConocoPhilips akan mengumumkan investasi baru miliaran dolar Amerika Serikat (AS) di Irak pada Jumat, (17/7/2026). Langkah ini sebagai upaya Washington memperkuat sektor energi Irak dan mengurangi ketergantungan kawasan pada jalur yang rentang terhadap gangguran Iran.

Hal itu disampaikan sumber yang mengetahui rencana tersebut dikutip dari CNBC, Jumat pekan ini. Sumber itu juga menyebutkan, pengumuman akan dilakukan selama KTT Bisnis Amerika Serikat (AS)-Irak di Washington. Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi akan bertemu dengan pejabat senior AS dan eksekutif dari perusahaan energi besar di KTT tersebut.

KTT itu akan menunjukkan lebih dari US$ 60 miliar atau Rp 1.079 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990) dalam perjanjian dan nota kesepahaman antara perusahaan AS dan pemerintah Irak.

Sumber itu juga menyebutkan investasi oleh BP, ConocoPhilips dan perusahaan lain akan mencapai miliaran dolar AS, dan bahkan mungkin puluhan miliar dolar AS.

Kesepakatan-kesepakatan ini terjadi ketika AS berupaya memperluas investasi di sektor energi Irak, meningkatkan produksi minyak negara tersebut, dan mendiversifikasi jalur ekspor yang rentan terhadap gangguan regional.

Selat Hormuz menangani sekitar seperlima minyak global sebelum perang pecah dan telah menjadi fokus yang semakin penting bagi pasar energi setelah ketegangan yang kembali meningkat antara Amerika Serikat dan Iran.

BP memiliki sejarah di Irak yang sudah berlangsung sekitar satu abad dan dalam beberapa tahun terakhir telah fokus pada ladang minyak raksasa Rumaila. Pada 2025, perusahaan tersebut menyelesaikan perjanjian dengan Baghdad untuk mengembangkan kembali sumber daya minyak dan gas di Kirkuk, meliputi kubah Baba dan Avanah dari ladang Kirkuk dan ladang Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz di dekatnya.

 

 

Upaya Irak

Ilustrasi Bendera Irak (AP)

Irak sedang mendekati beberapa perusahaan jasa energi dan industri terbesar di dunia karena berupaya memperluas produksi minyak dan gas serta mempercepat pengembangan sumber daya gas alamnya.

Perdana Menteri Irak Al-Zaidi bertemu dengan perwakilan dari Halliburton, Shell, Honeywell, Weatherford, dan Baker Hughes di Houston pada Kamis. Pembicaraan yang mencakup investasi, teknologi, dan potensi partisipasi dalam proyek-proyek energi besar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya