Langkah Pemkot Depok Usai TPA Cipayung Terbakar

Pemerintah Kota Depok juga telah berkoordinasi dengan Polres Metro Depok terkait penyelidikan penyebab kebakaran.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 17 Juli 2026, 18:09 WIB
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah bersama perwakilan KLH saat mendatangi TPA Cipayung, Depok (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup meninjau langsung lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang sempat terbakar pada Kamis (16/7/2026). Chandra melihat sejumlah bekas titik api yang sebelumnya membakar tumpukan sampah di TPA Cipayung yang telah mengalami overload.

Chandra Rahmansyah mengatakan peristiwa kebakaran di TPA Cipayung berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam. Pemerintah Kota Depok juga telah berkoordinasi dengan Polres Metro Depok terkait penyelidikan penyebab kebakaran.

"Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres, dan sampai saat ini hasil penyelidikannya kami belum mendapat update," ujar Chandra, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV di area TPA Cipayung, tidak terlihat adanya aktivitas pekerja saat titik api mulai muncul. Pemerintah Kota Depok menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

"Tapi kita belum bisa menduga-duga terkait apa penyebab pastinya," ucap Chandra.

Berbagai dugaan sempat muncul terkait penyebab kebakaran. Namun, Chandra mengaku belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya gas metana, ia tidak menampik dugaan tersebut.

"Dugaan bisa macam-macam. Jadi memang ada titik api muncul kemudian membesar. Mungkin karena ada gas metana di sekitar situ, sehingga apinya langsung membesar dan menjalar seperti itu," jelas Chandra.

 

Tak Ada Korban Jiwa

Chandra memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran di TPA Cipayung. Pemerintah Kota Depok juga akan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Tadi juga dari pihak kementerian sudah menerbangkan drone termal. Kami mendapat informasi bahwa drone tersebut sudah tidak mendeteksi lagi titik panas di TPA," terang Chandra.

Pemerintah Kota Depok juga telah menggelar rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup pascakebakaran di TPA Cipayung. Salah satu hasil rapat tersebut adalah peningkatan pengawasan di seluruh area TPA.

"Sebenarnya sudah melakukan patroli lapangan secara rutin, nanti akan ditambahkan dengan patroli drone," ungkap Chandra.

Selain itu, lanjut Chandra, Pemerintah Kota Depok akan memperkuat sarana dan prasarana di TPA Cipayung. Salah satu rencana yang akan dilakukan ialah membangun embung portabel sebagai cadangan air apabila terjadi kebakaran.

"Kita juga berencana mengadakan embung portabel di sini. Karena areanya begitu luas, sumber-sumber air harus mampu menjangkau titik-titik apabila terjadi hal yang tidak diinginkan," tutur Chandra.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya