Liputan6.com, Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) bersama Frans Seda Foundation, dengan dukungan Vidio, menghelat webinar bertajuk Effectiveness Storytelling in Short Film pada Rabu (15/7/2026) dengan dipandu oleh seorang mahasiswa IMDE, Anita Sari Simatupang.
Webinar yang merupakan bagian dari rangkaian Lomba Ide Cerita Film Vertikal ini sekaligus juga memperingati 100 Tahun Frans Seda. Tujuannya, memperkenalkan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, kreativitas, serta kepedulian kepada generasi muda.
Advertisement
Acara diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga peserta lomba dari berbagai daerah di Indonesia. Sekretaris Frans Seda Foundation, Putu Ayu Aristyadewi, menyampaikan apresiasi kepada IMDE, Vidio, serta seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya webinar ini.
Ia menegaskan, Frans Seda Foundation meyakini bahwa kemampuan storytelling bukan sekadar menghasilkan film yang menarik, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan nilai, membangun empati, dan menginspirasi perubahan.
Melalui webinar dan lomba ini, diharapkan lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan semangat 100 Tahun Frans Seda, "Empowering the Next Generation."
Melalui webinar ini, IMDE, Frans Seda Foundation, dan Vidio berharap para peserta tidak hanya mampu menghasilkan ide cerita yang menarik, tetapi juga memahami teknik storytelling yang efektif sehingga mampu melahirkan film-film vertikal yang kreatif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.
Film Pendek sebagai Titik Awal
Pada sesi utama, Executive Producer Vidio, Bela Nabila, membagikan pengalaman sekaligus strategi membangun cerita yang kuat dalam film berdurasi singkat. Ia menegaskan bahwa film pendek merupakan ruang eksperimen terbaik bagi kreator yang ingin memulai karier di industri perfilman.
"Film pendek adalah ruang eksperimen terbaik untuk memulai karier di dunia film, tetapi kekuatan sebuah film tidak hanya terletak pada ceritanya, yang terpenting adalah membangun karakter yang mampu membuat penonton peduli dan ikut merasakan perjalanan emosinya. Karena itu, sebelum menulis cerita, bangunlah karakter yang utuh pahami apa yang diinginkan, apa yang sebenarnya dibutuhkan, apa yang dipertaruhkan, serta bagaimana ia bertumbuh hingga akhir cerita. Film yang mampu menghadirkan transformasi karakter yang kuat akan lebih mudah menyentuh hati penonton," ujar Bela Nabila.