Groundbreaking Blok Masela Dimulai, Bahlil Pastikan Seluruh Pekerjaan Paralel

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan, pembangunan proyek Lapangan Abadi Blok Masela dilakukan berjalan bersama termasuk pembangunan pipa.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 16 Juli 2026, 18:45 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Peluncuran B50 oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Kamis (9/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela akan dikerjakan secara paralel setelah dimulainya groundbreaking pada Kamis (16/7/2026). Strategi tersebut dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek migas yang telah tertunda selama 28 tahun.

Bahlil mengatakan, proses awal pembangunan telah dimulai melalui tender pekerjaan pagar kawasan dan akses jalan. Bersamaan dengan itu, pemerintah dan kontraktor juga akan membangun berbagai fasilitas penunjang agar target penyelesaian proyek dapat tercapai.

"Begitu sudah groundbreaking, tahap pertama tendernya sudah jalan untuk melakukan lingkar pagar dan jalan,” kata Bahlil di site Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur pendukung tidak dilakukan secara bertahap, melainkan berjalan bersamaan. Fasilitas yang dibangun meliputi storage, pelabuhan, kawasan pendukung, hingga jaringan pipa bawah laut.

“Sambil itu melakukan paralel dengan membangun storage, pelabuhan, dan kawasan-kawasan pendukung lainnya, termasuk untuk membangun pipa kurang lebih sekitar 180 km di tengah laut,” ujarnya.

Menurut Bahlil, pembangunan pipa bawah laut menjadi salah satu tantangan terbesar karena harus dipasang pada kedalaman sekitar 1.000 meter di bawah permukaan laut. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di sekitar proyek.

“Ini bukan sesuatu yang gampang, ini sesuatu yang berat, tapi dengan motivasi, kerja sama, dan dukungan dari semua pihak, khususnya tokoh masyarakat dan tokoh agama, inilah yang sangat kita butuhkan agar proyek ini bisa kita wujudkan,” kata Bahlil.

Pemerintah berharap pola pengerjaan secara paralel dapat mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional tersebut sehingga produksi gas dari Blok Masela dapat segera memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional dan perekonomian Indonesia.

 

Kebijakan Ganti Untung

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat groundbreaking Proyek Abadi Masela, di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).(Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan masyarakat yang terdampak pembangunan Proyek Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar akan memperoleh ganti untung, bukan sekadar ganti rugi. Kebijakan itu disiapkan agar investasi berskala besar tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

Bahlil mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, SKK Migas, dan Inpex sebelum memulai pembangunan proyek. Dalam pertemuan itu, pemerintah menegaskan hak-hak masyarakat tetap menjadi perhatian di tengah percepatan investasi.

“Tanah yang dipakai memang berada di kawasan hutan, tetapi masyarakat sudah mengelolanya secara turun-temurun. Karena itu saya mengambil kebijakan agar masyarakat diberikan ganti untung. Nanti akan kami laporkan dan meminta arahan Bapak Presiden,” kata Bahlil dalam groundbreaking Proyek Abadi Masela, di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, investasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Investasi itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah tempat investasi berlangsung,” ujarnya.

 

Blok Masela Tahap Groundbreaking

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Indonesia. (Dok SKK Migas)

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyampaikan pembangunan Proyek Abadi Masela akhirnya memasuki tahap groundbreaking setelah bertahun-tahun tertunda akibat perdebatan mengenai lokasi pengembangan, apakah di darat atau lepas pantai.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kementerian terkait untuk mempercepat realisasi proyek-proyek migas yang telah mengantongi persetujuan pengembangan (Plan of Development/POD), tetapi belum juga berjalan.

Atas arahan tersebut, Kementerian ESDM memberikan surat peringatan kepada Inpex agar segera merealisasikan proyek. Langkah itu, kata Bahlil, berujung pada dimulainya pembangunan Proyek Abadi Masela.

“Proyek ini sudah tertunda sejak 1998. Hari ini, berkat arahan Presiden dan sinergi seluruh pihak, Proyek Abadi Masela berhasil mencapai tonggak penting,” kata Bahlil.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya