Liputan6.com, Jakarta - Setelah dinanti cukup lama, Apple akhirnya berhasil menembus dinding regulasi ketat di China. Pemerintah Negeri Tirai Bambu resmi memberikan 'lampu hijau' bagi Apple Intelligence untuk beroperasi di wilayah mereka.
Kabar baik ini mengakhiri penantian panjang selama 21 bulan sejak fitur kecerdasan buatan (AI) tersebut pertama kali diperkenalkan secara global.
Advertisement
Berdasarkan laporan terbaru, sebagaimana dikutip dari GSMArna, Kamis (16/7/2026), Apple Intelligence kini sudah terdaftar di lembaga regulator siber China.
Langkah registrasi ini merupakan syarat mutlak dan wajib dilalui oleh semua produk AI asing sebelum diizinkan meluncur dan dinikmati oleh konsumen di pasar domestik China.
Demi mematuhi aturan ketat setempat dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal, Apple memilih strategi kolaborasi.
Raksasa teknologi asal Cupertino ini dilaporkan bakal mengintegrasikan kemampuan model AI buatan dua perusahaan teknologi terbesar di China, yaitu Baidu dan Alibaba.
Alibaba telah mengonfirmasi bahwa model AI andalan mereka, Qwen, akan tertanam langsung dalam sistem Apple Intelligence untuk perangkat iOS (iPhone), iPadOS (iPad), macOS (Mac), hingga visionOS (Vision Pro) khusus pasar China.
Kapan Rilis Resmi?
Setali tiga uang, juru bicara Baidu juga membenarkan kerja sama tersebut. Mereka menyatakan sedang bekerja sama secara intensif dengan Apple untuk mengembangkan fitur-fitur Apple Intelligence yang relevan dan optimal bagi para pengguna iPhone di China.
Meski secara hukum Apple Intelligence sudah mengantongi izin resmi untuk mengudara, regulator China sama sekali tidak membeberkan tanggal pasti peluncuran fitur tersebut ke publik.
Hingga saat ini, keputusan mengenai kapan para pengguna iPhone di China bisa mencicipi kecerdasan buatan tersebut sepenuhnya berada di tangan Apple.