Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ikut rapat membahas program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ada pertimbangan mengenai kelanjutan program tersebut.
Purbaya mengakui rapat membahas salah satunya mengenai pelaksanaan beasiswa LPDP yang telah berjalan selama ini.
Advertisement
"Bahas progres dari program LPDP selama ini," kata Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dia mengaku ada hal yang perlu dibahas lebih jauh dengan Dewan Pengawas LPDP. Termasuk mengenai kelanjutan program tersebut kedepannya.
"Ada beberapa pertanyaan masih ditanyakan ke Dewan Pengawas, apakah akan jalan terus atau tidak," ujar Purbaya.
Dewan Pengawas LPDP terdiri dari beberapa unsur kementerian dan lembaga (K/L). Diantaranya, Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Agama, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Purbaya mengaku belum ada keputusan lainnya. "Jadi kita diskusi itu saja, belum selesai diskusinya," tandas Bendahara Negara tersebut.
Jenis Beasiswa LPDP
Sebelumnya, LPDP menawarkan beragam jenis beasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang pendaftar, terbagi dalam beberapa kategori utama. Kategori tersebut meliputi Beasiswa Umum, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Targeted, dan Beasiswa Kolaborasi.
• Beasiswa Umum: mencakup Beasiswa Reguler untuk jenjang Magister dan Doktoral di dalam maupun luar negeri, Beasiswa Universitas Top Dunia yang ditujukan untuk studi di universitas terkemuka global, serta Beasiswa Parsial. Untuk Beasiswa Parsial, batas usia pendaftar Magister maksimal 35 tahun dan Doktoral 40 tahun.
Beasiswa Lainnya
• Sementara itu, Beasiswa Afirmasi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu yang membutuhkan dukungan lebih, seperti pendaftar dari daerah afirmasi, penyandang disabilitas dengan kategori tertentu, serta putra-putri asli Papua melalui Beasiswa Pemuda Papua.
• Kategori Beasiswa Targeted menyasar kelompok profesional atau bidang studi spesifik, termasuk program kerja sama dengan universitas global seperti Master King's College London Singhasari dan Doktor Universite Paris – Saclay.
• Ada pula program khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, dan POLRI, serta Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis. Beasiswa Kolaborasi merupakan program yang dilaksanakan LPDP dalam bentuk kerja sama pendanaan (co-funding) dengan kementerian/lembaga/organisasi lain, contohnya Beasiswa Kemenpora-LPDP untuk bidang keolahragaan, serta Beasiswa Patriot yang mendukung individu dengan jiwa kepemimpinan dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Fokus Baru LPDP
Untuk 2026, LPDP memiliki fokus baru pada beberapa program. Ini termasuk Beasiswa STEM Industri Strategis yang ditujukan untuk mengembangkan SDM unggul di delapan bidang industri strategis dan pendukungnya, mencakup jenjang Magister (maksimal 24 bulan) dan Doktoral (maksimal 48 bulan).
Ada pula Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics) yang berfokus pada pengembangan SDM di bidang sosial, budaya, humaniora, keagamaan, ekonomi, dan pendidikan.
Selain itu, terdapat Beasiswa Double Degree/Joint Degree dan Program Kemitraan yang memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar dari dua institusi berbeda, serta Beasiswa Non-Degree yang meliputi kursus, fellowship, dan spesialis.