Transportasi Ramah Lingkungan jadi Bagian Budaya Kerja Berkelanjutan

Penggunaan transportasi rendah emisi terus didorong sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja berkelanjutan sekaligus menekan jejak karbon.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 14 Juli 2026, 22:50 WIB
Pegawai menggunakan mobil listrik sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi, mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), dan menekan jejak karbon perusahaan. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Komitmen dalam membangun budaya berkelanjutan terus diperkuat PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui implementasi EPI Clean Energy Day, sebuah inisiatif yang mendorong pegawai menggunakan moda transportasi rendah emisi.

Tujuannya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi, mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menekan jejak karbon perusahaan.

"Program yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini merupakan bagian dari implementasi arahan pemerintah, Kementerian BUMN, dan PT PLN (Persero) dalam mendorong budaya efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di lingkungan kerja," ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan.

Dia memaparkan, berdasarkan laporan pelaksanaan kumulatif periode 28 April hingga 3 Juli 2026, sebanyak 246 pegawai telah berpartisipasi dalam program tersebut.

Dari partisipasi tersebut, lanjut Mamit, PLN EPI berhasil mencatat penghematan emisi sebesar 710,87 kg CO2e atau setara dengan penghematan konsumsi 292,3 liter Pertamax, serta efisiensi biaya transportasi mencapai Rp 3.889.727.

"Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pegawai untuk menerapkan gaya hidup rendah karbon sekaligus menjadi langkah awal menuju pencapaian target tahunan program," ucap dia.

 

Bangun Budaya Kerja Berkelanjutan

Mamit mengatakan, EPI Clean Energy Day merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya kerja yang berkelanjutan melalui perubahan perilaku yang dimulai dari aktivitas sehari-hari.

"Transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan teknologi dan penyediaan energi bersih, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan," ucap dia.

"EPI Clean Energy Day menjadi wadah bagi seluruh pegawai untuk berkontribusi secara nyata dalam mengurangi emisi melalui pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan," sambung Mamit.

Dia menambahkan, keberhasilan transisi energi membutuhkan partisipasi aktif seluruh insan perusahaan. Oleh karena itu, kata Mamit, perubahan perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang signifikan, baik bagi lingkungan maupun keberlanjutan perusahaan.

"Kami mengapresiasi antusiasme seluruh pegawai yang telah berpartisipasi. Setiap perjalanan yang beralih ke moda transportasi rendah emisi merupakan kontribusi nyata dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE), serta menunjukkan bahwa transformasi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama," terang Mamit.

 

Gunakan Moda Transportasi Ramah Lingkungan

Mamit mengatakan, untuk memastikan manfaat program dapat diukur secara objektif, setiap peserta mencatat histori perjalanan yang kemudian dikonversi menjadi data pengurangan emisi karbon, penghematan konsumsi BBM, dan efisiensi biaya transportasi.

"Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan perusahaan memantau efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pegawai secara berkelanjutan," ucap dia.

Menurut Mamit, melalui program ini, PLN EPI mengajak seluruh insan perusahaan untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dengan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, maupun kendaraan listrik.

"Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, program ini juga mendorong efisiensi konsumsi BBM, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup rendah emisi," papar dia.

PLN EPI menegaskan, transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan.

"Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam aktivitas sehari-hari, PLN EPI terus memperkuat budaya keberlanjutan sebagai fondasi transformasi perusahaan, sekaligus mendukung tercapainya sistem energi nasional yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan menuju Net Zero Emissions Indonesia," jelas Mamit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya