Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan saham Selasa (14/7/2026). Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah IHSG berbalik melemah dan masuk ke zona merah.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke level 6.057,76 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.037,00.
Advertisement
Saat dipantau pada pukul 09.01 WIB, IHSG mulai mengalami tekanan dan turun 0,17% ke level 6.027,00. Pelemahan berlanjut hingga pukul 09.05 WIB, dengan IHSG terkoreksi 0,50% menjadi 6.003,85.
Indeks saham LQ45 juga tertekan dengan turun 0,74% ke posisi 597,85. Mayoritas indeks saham acuan lainnya turut bergerak di zona merah.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.065,37 dan terendah 6.020,36. Sebanyak 181 saham melemah, 268 saham menguat, dan 222 saham bergerak stagnan.
Frekuensi perdagangan tercatat 295.806 kali dengan volume transaksi mencapai 2,3 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp 2 triliun.
Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 18.105.
Mayoritas sektor saham bergerak melemah. Hanya sektor infrastruktur yang masih menguat 0,45% dan sektor energi yang naik 0,39%. Adapun pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri yang turun 1,07%, diikuti sektor keuangan yang terkoreksi 0,69%.
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa, (14/7/2026). IHSG hari ini menguji 6.083-6.254. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan penguatan 1,92% ke 6.037 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus moving average (MA) 20 harian pada Senin, 13 Juli 2026.
“Pada label hitam, kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave © dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.083-6.254,” kata Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.839, 5.607 dan level resistance 6.286,6.599 pada Selasa pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.000-6.220.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB (investment grade) dengan outlook stabil juga menunjukkan kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, sehingga dapat membantu menjaga miant investor asing terhadap aset domestik. Selain itu, hal ini juga menekan biaya pendanaan pemerintah dan korporasi.
“Bagi pasar keuangan, penilaian positif dari S&P dapat menjadi katalis bagi sentimen terhadap pasar obligasi dan saham Indonesia, khususnya sektor yang berorientasi domestik seperti perbankan, consumer dan infrastruktur,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Namun, Pilarmas Investindo menilai dampak positif itu kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan perkembangan kondisi ekonomi global, sehingga ruang penguatan pasar tetap tergantung pada stabilitas makro dan arus modal asing.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).
Sementara itu, Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness
Saham ADMR menguat 3,45% ke 1.500 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. “Kami memperkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B,” kata Herditya.
Buy on Weakness: 1.425-1.470
Target Price: 1.595, 1.670
Stoploss: below 1.385
2.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Trading Buy
Saham ANTM menguat 0,69% ke 2.920 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu bertahan di atas MA20. “Selama masih mampu berada di atas 2.740 sebagai stoplossnya, posisi ANTM saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B pada pola triangle,” kata Herditya.
Trading Buy: 2.780-2.840
Target Price: 3.040, 3.190
Stoploss: below 2.740